kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.920.000   30.000   1,04%
  • USD/IDR 16.900   45,00   0,27%
  • IDX 7.935   -168,62   -2,08%
  • KOMPAS100 1.117   -23,38   -2,05%
  • LQ45 816   -13,78   -1,66%
  • ISSI 278   -6,99   -2,45%
  • IDX30 426   -6,36   -1,47%
  • IDXHIDIV20 515   -6,10   -1,17%
  • IDX80 125   -2,26   -1,78%
  • IDXV30 139   -2,98   -2,10%
  • IDXQ30 139   -1,10   -0,79%

Manggis dan salak akan dibarter sapi Australia


Kamis, 14 November 2013 / 16:20 WIB
Manggis dan salak akan dibarter sapi Australia
ILUSTRASI. Petugas kebersihan melintasi layar digital pergerakan saham di Bursa Efek Indonesia. ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay/foc.


Reporter: Dikky Setiawan | Editor: Dikky Setiawan

JAKARTA. Pemerintah melalui Kementerian Pertanian telah mengajukan sebuah kebijakan untuk mendapatkan daging sapi impor Australia.

Pemerintah mengajukan kepada Australia agar buah manggis dan salak Indonesia diekspor ke Australia untuk ditukar dengan daging sapi.

"Kalau enggak mau salak dan manggis di Australia, sapi kita tahan," ujar Direktur Pemasaran Internasional Ditjen Pengolahan dan Pemasaran Hasil Pertanian Mesah Tarigan, Kamis (14/11/2013).

Barter tersebut pada akhirnya berhasil mendapatkan pasokan daging sapi Australia dengan murah. Namun Mesah menjelaskan cara tersebut membutuhkan waktu yang sangat lama.

"Walaupun harus makan waktu dua tahun ekspor manggis," ungkap Mesah.

Melihat sulitnya melakukan ekspor komoditi pangan, Mesah berharap pemerintah juga mempunyai kebijakan untuk menahan laju impor. Dengan begitu, produksi pangan dalam negeri bisa dikonsumsi lebih banyak oleh masyarakat.

"Harusnya kita juga demikian, berani seperti buat kebijakan. Kita siapkan perangkatnya, jangan terlalu gampang negara lain ekspor," jelas Mesah. (Adiatmaputra Fajar Pratama/Tribunnews.com)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×