kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.837.000   27.000   0,96%
  • USD/IDR 16.991   62,00   0,37%
  • IDX 7.097   -67,03   -0,94%
  • KOMPAS100 977   -12,33   -1,25%
  • LQ45 719   -12,76   -1,74%
  • ISSI 250   -1,82   -0,73%
  • IDX30 391   -7,50   -1,88%
  • IDXHIDIV20 489   -9,60   -1,93%
  • IDX80 110   -1,54   -1,38%
  • IDXV30 134   -2,11   -1,54%
  • IDXQ30 128   -2,18   -1,68%

Mau demo, driver Go-Jek ini dikeroyok orang


Senin, 03 Oktober 2016 / 13:50 WIB
Mau demo, driver Go-Jek ini dikeroyok orang


Sumber: TribunNews.com | Editor: Adi Wikanto

Jakarta. Putra Pane (26) driver ojek online Go-Jek regional Tangerang mengaku mengalami pemukulan di daerah Cideng, Gambir, Jakarta Pusat, Senin (3/10/2016) saat menuju lokasi aksi damai ratusan driver di depan kantor PT Go-Jek Indonesia, Kemang, Jakarta Selatan.

Driver tersebut mengaku diberhentikan sejumlah orang berpakaian sipil di dekat ITC Roxy Mas. "Saya diberhentikan, lalu dipukulin. Saya sendirian, mau ikut demo," ujarnya saat membersihkan luka di dagu.

Ia sempat ditolong oleh pengemudi Go-Jek lainnya dan dibawa ke kantor PT Go-Jek Indonesia di Kemang Timur. Ia juga tidak mengetahui siapa yang melakukan pemukulan. "Saya tidak tahu. Tapi dia pakai pakaian sipil biasa," ungkap Putra.

Namun, Putra menolak mendapat pertolongan yang diberikan pihak Kantor Pusat PT Go-Jek Indonesia. "Saya tidak mau diberi pertolongan. Kalau mau tolongin saya kasih uang bonus kami," ungkapnya.

Hingga kini pengemudi Go-Jek terus berdatangan ke Jalan Kemang Selatan hingga diperkirakan jumlah mereka hampir 1.000 orang.

Situasi makin memanas karena pihak driver Go-Jek tidak mau berdiskusi dengan Kapolres Jakarta Selatan, Kombes Pol Tubagus Ade.

Mereka hanya ingin bertemu dengan pihak manajemen PT Go-Jek Indonesia dan diturunkannya penilaian performa untuk pengambilan bonus.

(Rizal Bomantama)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×