kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.857.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.020   -18,00   -0,11%
  • IDX 7.027   -157,66   -2,19%
  • KOMPAS100 971   -21,90   -2,21%
  • LQ45 715   -12,21   -1,68%
  • ISSI 251   -5,90   -2,30%
  • IDX30 389   -4,63   -1,18%
  • IDXHIDIV20 483   -4,52   -0,93%
  • IDX80 109   -2,25   -2,01%
  • IDXV30 133   -1,42   -1,05%
  • IDXQ30 127   -1,23   -0,96%

MEC Benamkan Investasi US$ 5 Miliar di Indonesia


Senin, 27 Juli 2009 / 17:28 WIB


Reporter: Nurmayanti |

JAKARTA. Middle East Coal (MEC) tak segan-segan membenamkan dananya sebesar US$ 5 miliar untuk dua proyek besar di Indonesia. MEC ini merupakan perusahaan patungan Trimex Group dan Pemerintah Ras Al Khaimah, Uni Emirat Arab.

Investasi tersebut untuk pembangunan infrastruktur rel kereta sepanjang 130 kilometer (km) di
Kabupaten Kutai Timur, Kalimantan Timur (Kaltim) senilai US$ 1 miliar. MEC bersedia berinvestasi di pembangunan rel kereta karena melihat potensi pertambangan batu bara Indonesia sangat besar. Sebab, Indonesia menjadi produsen yang memasok batubara ke dua negara besar yakni India dan China.

Selain itu, MEC telah meneken kesepakatan dengan National Aluminium Company (NALCO) dari India. Kedua perusahaan itu sepakat investasi senilai US$ 4 miliar untuk pembangunan pabrik
peleburan aluminium dan pembangkit listrik tenaga batu bara sebesar 1.250 megawatt di Kaltim. Jika tak meleset, pembangunan kedua pabrik ini dijadwalkan rampung pada tahun 2013.

“Meskipun ada gangguan, seperti yang terjadi pada minggu lalu, Indonesia pada dasarnya sangat kuat, dengan stabilitas politik dan ekonomi," kata Executive Vice Chairman, MEC, Madhu Koneru, Senin (27/7).

Koneru mengaku, MEC tidak terpengaruh dengan kejadian pemboman di dua hotel mewah di kawasan Mega Kuningan. Selain itu, Koneru juga yakin terhadap masa depan Indonesia dan potensi pertumbuhan industri batu bara.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×