kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.605.000   -25.000   -0,95%
  • USD/IDR 17.921   86,00   0,48%
  • IDX 6.300   -74,45   -1,17%
  • KOMPAS100 821   -11,37   -1,37%
  • LQ45 625   -8,06   -1,27%
  • ISSI 218   -2,57   -1,16%
  • IDX30 346   -4,37   -1,25%
  • IDXHIDIV20 430   -3,98   -0,92%
  • IDX80 94   -1,22   -1,28%
  • IDXV30 118   -1,36   -1,15%
  • IDXQ30 111   -1,28   -1,14%

Megalestari Epack (EPAC) Kejar Penjualan Tumbuh 15% di Tengah Tekanan Profitabilitas


Kamis, 24 September 2026 / 13:47 WIB
Megalestari Epack (EPAC) Kejar Penjualan Tumbuh 15% di Tengah Tekanan Profitabilitas
ILUSTRASI. PT Megalestari Epack Sentosaraya Tbk (EPAC) (Dok/EPAC)


Reporter: Vina Elvira | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Megalestari Epack Sentosaraya Tbk (EPAC) masih berupaya mencapai target pertumbuhan penjualan sebesar 15% pada tahun 2026. Target tersebut tetap dipertahankan di tengah tekanan terhadap profitabilitas pada semester I-026.

Pada semester I-2026, EPAC masih membukukan rugi bersih sekitar Rp 5,54 miliar. Tekanan tersebut salah satunya dipengaruhi oleh kenaikan harga bahan baku yang dipicu oleh kenaikan harga minyak global dan biaya penanganan (freight).

Sementara untuk penjualan, angkanya naik sekitar 14,40% menjadi Rp 88,82 miliar per semester I-2026, dibandingkan Rp 67,19 miliar di posisi yang sama tahun sebelumnya. 

Baca Juga: Pinterest Gandeng Shopee, Kreator Kini Bisa Dapat Komisi dari Rekomendasi Produk

Sekretaris Perusahaan EPAC Rezha Adrian menyatakan untuk menjaga margin usaha ke depan, perusahaan sudah melakukan penyesuaian harga jual. Namun, kebijakan tersebut berdampak terhadap daya beli pelanggan dan volume penjualan.

“Kebijakan ini berdampak pada penurunan daya beli pelanggan dan volume penjualan, sehingga realisasi penjualan pada periode tertentu belum mencapai target yang diproyeksikan," ujar Rezha, kepada Kontan, Selasa (22/9/2026). 

Selain tekanan harga bahan baku, kinerja EPAC juga dipengaruhi oleh tingginya beban operasional pada segmen usaha kemasan fleksibel konvensional.

Kondisi tersebut berbeda dengan segmen kemasan fleksibel berbasis teknologi digital printing yang memiliki struktur beban operasional lebih efisien.

Sebagai bagian dari strategi efisiensi, EPAC berencana menghentikan operasional segmen produksi cetak rotogravure (MES) paling lambat pada 31 Desember 2026. Setelah itu, pihaknya akan lebih fokus mengembangkan bisnis digital printing melalui  PT Epac Flexibles Indonesia (EFI). 

Ia memaparkan, MES selama ini masih memberikan kontribusi sekitar 30% terhadap pendapatan konsolidasi EPAC. Namun, di sisi lain, segmen tersebut menyumbang porsi yang jauh lebih besar terhadap beban operasional konsolidasi.

“Untuk beban operasional, MES berkontribusi hingga 53% dari biaya konsolidasi. Merujuk kepada laporan keuangan tahunan 2025 kemarin, kita mendapati beban operasional yang mendekati 80% dari pendapatan konsolidasi Perseroan,” terangnya. 

Dengan penghentian segmen MES tersebut, EPAC memproyeksikan penurunan beban operaasional mencapai 70% dari total pendapatan perusahaan. 

Baca Juga: IEU-CEPA Dikebut, Indonesia Prioritaskan Perjanjian Dagang untuk Perluas Pasar

Megalestari Epack Sentosaraya juga menyiapkan rencana pembangunan fasilitas produksi baru di Surabaya pada 2027. 

Untuk ekspansi tersebut, EPAC memperkirakan kebutuhan belanja modal atau capital expenditure (capex) sekitar Rp59,1 miliar. Hingga saat ini, belum terdapat capex yang direalisasikan untuk rencana ekspansi tersebut.

Adapun pendanaan capex ekspansi ini akan berasal dari leasing dan right issue. Namun, besaran dana yang akan dihimpun dari masing-masing sumber pendanaan masih akan ditentukan.

“Target dana yang dihimpun akan ditentukan dalam RUPS dalam waktu dekat,"  terangnya. 

Di sisi lain, EPAC melihat prospek permintaan kemasan fleksibel dari sejumlah segmen industri masih positif hingga akhir 2026 dan 2027. Segmen yang menjadi pasar perseroan antara lain fast moving consumer goods (FMCG), kosmetik, dan suplemen.

Perusahaan juga mencatatkan tambahan pelanggan sepanjang tahun berjalan. Hingga saat ini, EPAC telah mendapatkan 213 pelanggan baru.

“Selain dari segmen-segmen di atas, kami juga mendapatkan order dari sektor-sektor industri yang sebelumnya belum pernah kami kerjakan seperti apparel, baby and child care, elektronik dan tembakau," pungkasnya. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×