kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.580.000   -17.000   -0,65%
  • USD/IDR 17.988   -10,00   -0,06%
  • IDX 6.122   -26,16   -0,43%
  • KOMPAS100 793   -5,23   -0,65%
  • LQ45 608   -3,65   -0,60%
  • ISSI 212   -0,09   -0,04%
  • IDX30 337   -1,94   -0,57%
  • IDXHIDIV20 427   -0,46   -0,11%
  • IDX80 91   -0,65   -0,71%
  • IDXV30 115   -0,40   -0,35%
  • IDXQ30 110   -0,10   -0,09%

Mekari Punya 3 Juta Pengguna, Bidik Pertumbuhan Double Digit hingga 2027


Selasa, 29 September 2026 / 18:10 WIB
Mekari Punya 3 Juta Pengguna, Bidik Pertumbuhan Double Digit hingga 2027
ILUSTRASI. Mekari - kontan kilas online (MEKARI/KILAS)


Reporter: Leni Wandira | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Mekari Mekari menargetkan pertumbuhan jumlah pengguna secara double digit hingga 2027. Target tersebut didukung oleh perluasan adopsi kecerdasan buatan (AI) yang kini semakin terintegrasi dalam berbagai produk Mekari.

Chief Executive Officer (CEO) Mekari Suwandi Soh mengatakan, perusahaan terus memperluas adopsi kecerdasan buatan (AI) di ekosistem produk bisnisnya. Perusahaan penyedia software-as-a-service (SaaS) ini telah memiliki lebih dari 35.000 perusahaan pengguna dengan jumlah pengguna mencapai lebih dari 3 juta.

Baca Juga: Pupuk Kaltim Perluas Program Keberlanjutan

“Kalau untuk target, sampai akhir tahun atau outlook di 2027, setiap tahun kita selalu mengejar pertumbuhan double digit. Pengguna juga sejalan,” ujar Suwandi dalam Mekari Conference 2026, Selasa (29/9/2026).

Mekari saat ini mengintegrasikan teknologi AI ke dalam berbagai produk yang digunakan pelanggan, termasuk solusi untuk human resources (HR), penjualan, keuangan, dan operasional.

Suwandi mengatakan, penerapan AI terutama diarahkan untuk membantu pekerjaan yang repetitif, berulang, dan relatif mudah distandarisasi. Dengan demikian, sumber daya manusia dapat lebih banyak difokuskan pada pekerjaan yang bersifat strategis dan membutuhkan pengambilan keputusan.

“Pekerjaan yang repetitif, yang berulang, yang relatif mudah untuk distandarisasi itu cenderung akan bisa lebih mudah diefisienkan dengan AI,” katanya.

Menurut Suwandi, perkembangan AI juga menjadi peluang bagi perusahaan Indonesia untuk meningkatkan produktivitas. Pasalnya, teknologi tersebut memberikan akses terhadap kemampuan AI yang dapat digunakan perusahaan di dalam negeri.

“Selama ini orang selalu bicara kita kekurangan talent, kekurangan human resources. Sekarang kita punya akses kepada AI yang punya kepintaran yang diakses setara dengan mereka yang ada di negara maju,” ujar dia.

Di sisi produk, Mekari telah membenamkan teknologi AI pada berbagai solusi yang ditawarkan kepada pelanggan. Mekari juga menyediakan AI yang terintegrasi langsung di dalam produk, sehingga pengguna tidak perlu menggunakan aplikasi AI terpisah untuk menjalankan sejumlah fungsi pekerjaan.

Langkah tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya Mekari mengantisipasi fenomena shadow AI, yakni penggunaan aplikasi AI pribadi atau tidak terotorisasi oleh karyawan untuk kebutuhan pekerjaan.

Baca Juga: Persaingan Ketat, Menjelang Akhir Tahun, Produsen Elektronik Menggenjot Penjualan

Suwandi menilai, perusahaan tidak dapat hanya melarang penggunaan AI. Menurut dia, perusahaan perlu menyediakan infrastruktur AI yang aman dan terintegrasi agar pemanfaatannya tetap sesuai dengan kebutuhan bisnis serta tata kelola perusahaan.

Adapun dalam laporan internal Mekari, penggunaan fitur AI di sejumlah lini produk menunjukkan pertumbuhan. Adopsi fitur AI pada Mekari Qontak, misalnya, meningkat hingga 7,8 kali lipat pada fungsi sales dan customer relationship management (CRM). Sementara penggunaan AI pada Mekari Talenta tumbuh 138% pada fungsi HR dan rekrutmen.

Mekari juga melihat penerapan AI tidak serta-merta menghilangkan peran manusia. Suwandi mengatakan, human touchtetap dibutuhkan, terutama dalam pekerjaan yang berkaitan dengan keputusan strategis dan kebutuhan pelanggan.

“Human touch tetap ada, hanya saja mungkin bentuknya berbeda dari sebelumnya. Yang repetitif itu bisa dibantu lebih efisien dengan AI, tetapi kita menambahkan human touch lebih banyak ke area lain yang mungkin lebih strategis dan penting bagi bisnis dan customer-nya,” kata Suwandi.

Director of Sales & Operational Dermaster Dicky Ie mengatakan, penerapan AI membantu perusahaan memangkas waktu respons kepada pelanggan dari hitungan jam menjadi hitungan menit. Teknologi tersebut juga membantu mengurangi pekerjaan administratif yang berulang.

“Kecepatan dan presisi merupakan fondasi kepercayaan pelanggan. Dengan dukungan AI, tim kami dapat mengurangi pekerjaan administratif yang berulang dan lebih fokus menghadirkan pengalaman pelanggan yang personal,” ujar Dicky.

Baca Juga: AESI Sarankan Lima Skema Aturan Baru untuk Percepat Tender PLTS 100 GWp

Menurut Dicky, penerapan AI tersebut tidak hanya berdampak pada kualitas layanan, tetapi juga mendukung pertumbuhan bisnis Dermaster. Pengalaman tersebut menunjukkan pemanfaatan AI dapat diarahkan pada efisiensi operasional sekaligus peningkatan pengalaman pelanggan.

Sementara itu, Mekari juga melihat peluang pengembangan AI sebagai bagian dari peningkatan produktivitas perusahaan di Indonesia. Suwandi menilai teknologi AI memberikan peluang bagi perusahaan dalam negeri untuk mengakses kemampuan teknologi yang sebelumnya lebih sulit diperoleh.

“Selama ini orang selalu bicara kita kekurangan talent, kekurangan human resources. Sekarang kita punya opportunity karena kita punya akses kepada AI yang punya kepintaran yang diakses setara dengan mereka yang ada di negara maju,” ujar Suwandi.

Mekari juga mendorong penggunaan AI yang lebih aman dan terintegrasi untuk mengantisipasi fenomena shadow AI, yakni penggunaan aplikasi AI pribadi atau tidak terotorisasi oleh karyawan untuk menyelesaikan pekerjaan.

Suwandi menilai perusahaan tidak cukup hanya membatasi penggunaan AI, tetapi perlu menyediakan teknologi yang aman dan sesuai dengan kebutuhan bisnis. Pendekatan tersebut menjadi bagian dari strategi Mekari dalam memperluas pemanfaatan AI di basis penggunanya.

Adapun, Sekitar lebih dari 700 pemimpin perusahaan, pemilik bisnis, praktisi teknologi, dan profesional lintas industri berkumpul dalam Mekari Conference 2026 bertajuk "AI at Work", sebuah forum yang mempertemukan para pemikir, pembuat kebijakan, dan pelaku transformasi digital untuk membahas bagaimana kecerdasan buatan (AI) akan membentuk masa depan bisnis Indonesia. 

Baca Juga: Begini Strategi VICI Perbaiki Kinerja pada Semester II-2026

Di tengah tingginya antusiasme terhadap AI, konferensi ini menyoroti tantangan yang semakin nyata: bagaimana organisasi dapat memanfaatkan AI secara aman, produktif, dan bertanggung jawab tanpa mengorbankan keamanan data maupun kualitas pengambilan keputusan manusia.

Dengan basis lebih dari 35.000 perusahaan dan 3 juta pengguna, Mekari akan terus mengembangkan integrasi AI pada produk-produknya. Perusahaan menilai adopsi AI akan menjadi bagian penting dari transformasi operasional perusahaan di Indonesia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×