Reporter: Diki Mardiansyah | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Sariguna Primatirta Tbk (CLEO) terus memperluas kapasitas produksi dan jaringan distribusi untuk menopang target pertumbuhan kinerja dua digit pada tahun ini. Strategi tersebut ditempuh melalui pembangunan pabrik baru, penguatan distribusi, serta optimalisasi pemasaran digital.
Chief Executive Officer (CEO) CLEO, Melisa Patricia mengatakan, ekspansi dilakukan secara konsisten dan terukur sebagai bagian dari strategi jangka panjang perusahaan. Sejak meluncurkan produk pada 2004, perusahaan secara bertahap menambah pabrik dan memperluas jaringan distribusi di berbagai wilayah Indonesia.
"Kami percaya ekspansi yang konsisten dan terukur akan berdampak besar pada keberlanjutan bisnis CLEO," kata Melisa dalam keterangan resmi, Selasa (28/7/2026).
Hingga kuartal I-2026, CLEO telah memiliki 32 pabrik air minum dalam kemasan (AMDK) yang tersebar di berbagai daerah. Perusahaan juga didukung lebih dari 450 jaringan distribusi internal dan lebih dari 11.000 mitra distribusi.
Baca Juga: Ditopang Tiga Pabrik Baru, CLEO Bidik Pertumbuhan Dobel Digit pada 2026
Pada tahun ini, CLEO menambah tiga pabrik baru. Pabrik di Palu dijadwalkan mulai beroperasi pada kuartal III-2026, sedangkan fasilitas di Pontianak dan Pekanbaru ditargetkan beroperasi pada kuartal IV-2026. Penambahan kapasitas tersebut diharapkan memperluas jangkauan pasar sekaligus mendukung pertumbuhan penjualan.
Menurut perusahaan, perluasan jaringan pabrik juga meningkatkan efisiensi distribusi karena dapat menekan biaya logistik. Dalam menentukan lokasi pabrik baru, CLEO mempertimbangkan ketersediaan sumber air serta potensi pasar di wilayah tujuan.
Baca Juga: Harga Kemasan Naik, Sariguna Primatirta (CLEO) Lakukan Penyesuaian Harga Selektif
Selain ekspansi fisik, CLEO memperkuat strategi pemasaran melalui berbagai aktivitas below the line dan digital marketing untuk meningkatkan kesadaran merek, memperluas jangkauan konsumen, serta mendorong penjualan. Perusahaan juga memperluas kemitraan dengan distributor dan mitra strategis guna memperdalam penetrasi pasar.
Strategi tersebut mulai tercermin pada kinerja kuartal I-2026. Penjualan CLEO mencapai Rp 774,4 miliar atau tumbuh 15,8% secara tahunan (year on year/YoY). Hingga akhir tahun, perusahaan menargetkan jumlah jaringan distribusi internal meningkat menjadi 500 titik.
Melisa optimistis berbagai langkah ekspansi yang dijalankan, disertai inovasi produk yang berkelanjutan, akan mendukung pencapaian target pertumbuhan dua digit sepanjang tahun ini.
Baca Juga: Sariguna Primatirta (CLEO) Sudah 100% Siap Hadapi Wajib SNI AMDK Oktober 2026
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














