kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.740.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.708   -71,00   -0,40%
  • IDX 6.526   24,10   0,37%
  • KOMPAS100 849   6,96   0,83%
  • LQ45 645   5,86   0,92%
  • ISSI 228   -0,31   -0,14%
  • IDX30 360   3,72   1,04%
  • IDXHIDIV20 437   4,19   0,97%
  • IDX80 97   0,82   0,85%
  • IDXV30 121   0,51   0,43%
  • IDXQ30 114   1,21   1,07%

Mendag: Pasar tradisional tetap buka dengan penerapan protokol pencegahan covid-19


Selasa, 12 Mei 2020 / 07:00 WIB


Reporter: Yudho Winarto | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kementerian Perdagangan mendorong agar pemerintah daerah melakukan pendekatan inovatif supaya roda ekonomi tetap berputar, termasuk roda ekonomi di pasar-pasar tradisional, di tengah Covid-19.  Inovasi tersebut disandingkan dengan penerapan protokol kesehatan pencegahan Covid-19. 

Menteri Perdagangan Agus Suparmanto mengatakan, dibukanya pasar tradisional untuk memastikan pasokan bahan makanan terjamin. Dengan tujuan utama memenuhi ketersediaan bahan pokok, dan barang penting bagi masyarakat, dengan harga stabil. 

Dibukanya pasar tradisional juga menjadi upaya untuk memastikan produksi bahan pangan dari petani dan peternak tetap terserap.

Baca Juga: Kemendag beri bantuan fasilitas kesehatan 157 pasar di 6 provinsi

Adapun protokol kesehatan yang dapat dilakukan antara lain rapid tes bagi pedagang-pedagang pasar sebelum melakukan usahanya sehingga menciptakan rasa aman pula bagi konsumen.

Bisa juga, tidak hanya pedagang tradisional, dengan mall-mall juga yang memang masyarakat ingin juga melakukan kegiatan usahanya demi kelangsungan dan peningkatan pertumbuhan ekonomi. 

Kendati tetap membuka layanan, Agus berpesan agar operasionalisasi tetap mengedepankan kebersihan pasar, pedagang dan pembeli, menerapkan physical distancing, serta mengikuti protokol kesehatan yang ditetapkan pemerintah.

Kemendag, lanjut Agus, juga terus mendorong pemerintah provinsi dan kabupaten/kota untuk melakukan inovasi dalam operasional pasar rakyat di masa pandemi.

Inovasi itu misalnya, mengatur jam buka dan jumlah pedagang secara bergiliran atau menggunakan sistem pesan antar barang melalui media sosial, seperti WhatsApp, Facebook, Instagram, sebagaimana telah dilakukan pengelola pasar di DKI Jakarta, Purbalingga, Palembang, Pontianak, Balikpapan, juga Denpasar.




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×