Reporter: Ridwan Nanda Mulyana | Editor: Noverius Laoli
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) menyatakan siap mengakselerasi pengembangan potensi energi panas bumi dengan menargetkan peningkatan kapasitas terpasang dari 2,8 Gigawatt (GW) saat ini menjadi 7,9 GW pada 2033.
Jumlah tersebut diproyeksikan bisa membawa Indonesia sebagai pemilik kapasitas terpasang pembangkit listrik geotermal terbesar di dunia.
Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo mengatakan bahwa PLN siap mendukung kebijakan strategis pemerintah untuk mengembangkan energi terbarukan. Salah satunya berasal dari panas bumi yang memiliki potensi hingga 23,2 GW.
Dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2025 - 2034, penambahan kapasitas Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) ditargetkan bisa mencapai sekitar 5,1 GW.
Baca Juga: PLN Indonesia Power Siap Menyerap Listrik dari Dua Proyek Panas Bumi Milik PGEO
"Sesuai arahan Pemerintah melalui RUPTL 2025-2034, dari kapasitas 2,8 GW saat ini, ke depan kami akan mendorong penambahan kapasitas sebesar 5,1 GW atau melompat menjadi total 7,9 GW pada 2033 sekaligus berpotensi menjadi yang terbesar di dunia,” ungkap Darmawan melalui keterangan tertulis yang dikutip pada Minggu (23/8/2026).
Berdasarkan peta jalan RUPTL 2025-2034, kapasitas kumulatif PLTP direncanakan naik secara bertahap melalui penambahan 110 proyek.
Dalam upaya mencapai target tersebut, Pengembang listrik swasta atau Independent Power Producer (IPP) akan mengambil peran signifikan.
Dari total proyek, sebanyak 25 unit pembangkit dengan total kapasitas 0,6 GW akan dikembangkan oleh PLN. Sementara sebanyak 85 unit lainnya dikembangkan oleh IPP dengan kapasitas sebesar 4,5 GW.
Sebagai upaya mempercepat realisasi target tersebut, PLN membuka kolaborasi melalui skema Geothermal Exploration & Energy Conversion Agreement (GEECA) untuk Wilayah Kerja Panas Bumi (WKP) PLN serta Steam Sales & Energy Conversion Agreement (SECA) untuk WKP non-PLN.
Dari total rencana 79 proyek (45 proyek GEECA dan 34 proyek SECA), penambahan kapasitas panas bumi diproyeksikan mencapai 3,1 GW.
“PLN membuka kolaborasi seluas-luasnya bagi para mitra melalui skema GEECA dan SECA. Lewat kolaborasi yang fairness ini, diharapkan dapat mengakselerasi pengembangan panas bumi, sebagai salah satu energi baru terbarukan domestik,” imbuh Darmawan.
PLN turut ambil bagian dalam agenda Indonesia International Geothermal Convention & Exhibition (IIGCE) 2026 yang telah berlangsung pada 19 - 21 Agustus 2026.
Baca Juga: PLN Indonesia Power Siap Serap Listrik Dua Proyek Panas Bumi PGEO Kapasitas 45 MW
Dalam rangkaian agenda tersebut, Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) secara simbolis menyerahkan Surat Keputusan Izin Panas Bumi (SK IPB) untuk WKP Gunung Ungaran kepada PLN.
Dalam agenda tersebut, PLN juga melakukan penandatanganan Deklarasi Kemitraan Strategis Pengembangan Panas Bumi bersama para mitra pada Proyek PLTP dengan total kapasitas hingga 453 megawatt (MW).
Selain itu, PLN Group melalui PLN Indonesia Power bersama PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) juga melakukan penandatanganan Letter of Intent (LoI) kerja sama pembelian tenaga listrik dari pengembangan panas bumi Lahendong Binary (Bottoming) Unit 15 MW di Sulawesi Utara serta Ulubelu Binary (Bottoming) Unit 30 MW di Lampung.
Baca Juga: PLN Ungkap Proyeksi Kebutuhan Investasi untuk PLTS 100 GW Tembus Rp 1.781,9 Triliun
”Dengan dukungan Pemerintah dan kolaborasi para mitra, PLN siap mengakselerasi pengembangan panas bumi. Ke depan, panas bumi tidak hanya memperkuat pasokan listrik baseload yang andal, tetapi juga sekaligus mendukung swasembada energi, ketahanan energi, dan percepatan transisi energi nasional," tandas Darmawan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














