CLOSE [X]
kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.601.000   -9.000   -0,34%
  • USD/IDR 17.880   -62,00   -0,35%
  • IDX 6.340   108,24   1,74%
  • KOMPAS100 839   16,49   2,00%
  • LQ45 637   8,89   1,42%
  • ISSI 218   3,63   1,69%
  • IDX30 358   3,90   1,10%
  • IDXHIDIV20 444   3,51   0,80%
  • IDX80 96   1,59   1,69%
  • IDXV30 119   0,82   0,69%
  • IDXQ30 115   1,03   0,91%

Mendag: Pasokan Minyak Goreng Aman, Kenaikan Dipicu Harga Plastik


Selasa, 21 April 2026 / 18:48 WIB
Mendag: Pasokan Minyak Goreng Aman, Kenaikan Dipicu Harga Plastik
ILUSTRASI. Minyak goreng naik bukan karena pasokan hulu. Biaya plastik melonjak, picu kenaikan harga pangan. Ada apa sebenarnya? (KONTAN/Baihaki)


Reporter: Lailatul Anisah | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Harga minyak goreng di pasar mengalami kenaikan yang dipicu oleh lonjakan biaya plastik sebagai salah satu komponen pendukung kemasan, meski pemerintah memastikan pasokan dari sisi hulu tetap aman.

Kenaikan ini disebut turut berdampak pada biaya produksi sejumlah bahan pangan lain seperti beras dan gula, sehingga pemerintah kini berupaya menstabilkan kembali rantai pasok bahan baku plastik di tengah tekanan gejolak geopolitik global.

"Kalau dari hulunya ketersediaan minyak goreng tidak masalah, tapi kan tadi faktor plastiknya naik. Itu harus kita selesaikan," kata Menteri Perdagangan Budi Santoso di Kantor Kemenko Pangan, Selasa (21/4/2026).

Budi menyebut tengah menyelesaikan masalah plastik. Pihaknya memastikan akan segera mendatangkan nafta dari beberapa negara untuk mempercepat produksi plastik kembali.

Baca Juga: Konflik Iran Picu Harga BBM Naik, Industri Dipastikan Tak Pakai Subsidi

"Nanti harapan kami juga produksi plastik yang normal jangan sampai juga nanti distribusinya tetap mahal karena kalau produksi yang masih sudah normal ya distributor juga harus menyesuaikan," lanjutnya.

Sebelumnya, Deputi Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Badan Pangan Nasional (Bapanas), I Gusti Ketut Astawa, menyebut gangguan pasokan bahan baku plastik mulai berdampak pada pelaku usaha di sektor pangan termasuk beras, gula hingga minyak.

"Dengan adanya gejolak geopolitik, memang ada beberapa yang mengalami kenaikan. Salah satunya plastik karena biji plastik merupakan turunan dari pengolahan minyak bumi dan banyak bersumber dari Timur Tengah," kata Ketut.

Menurut Ketut, hasil perhitungan bersama pelaku usaha menunjukkan dampak biaya plastik cukup terasa pada tingkat produksi.

Baca Juga: Ini Tanggapan Kemenperin Soal Rencana Pengalihan Impor Gula dari Swasta ke BUMN

"Pelaku usaha menyampaikan untuk beras sekitar Rp350 per kilogram, sementara gula sekitar Rp150 per kilogram," ujarnya.

Kendati demikian, Bapanas menilai fluktuasi harga beras dan gula dalam sebulan terakhir masih terkendali dan belum menunjukkan lonjakan signifikan.

Pergerakan harga masih berada dalam kisaran wajar dan tidak menembus kenaikan tinggi. Ketut menegaskan pemerintah akan memperkuat koordinasi lintas kementerian untuk menjaga pasokan plastik agar tidak semakin menekan harga pangan.

"Kalau tidak dijaga, harga bisa terkoreksi naik karena dampak Rp350 per kilo itu terlihat kecil, tapi tetap berpengaruh," imbuhnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Analisis Untukmu

Berita ini artinya apa buat kamu?

Tag


TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×