kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.773.000   -15.000   -0,54%
  • USD/IDR 17.739   71,00   0,40%
  • IDX 6.162   67,10   1,10%
  • KOMPAS100 813   8,13   1,01%
  • LQ45 620   4,04   0,66%
  • ISSI 218   3,97   1,85%
  • IDX30 355   2,58   0,73%
  • IDXHIDIV20 437   -1,89   -0,43%
  • IDX80 94   1,08   1,17%
  • IDXV30 121   0,41   0,34%
  • IDXQ30 115   -0,63   -0,54%

Menhub: LRT komitmen pemerintah bangun Indonesia


Minggu, 24 Desember 2017 / 13:51 WIB


Reporter: Dikky Setiawan | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - PALEMBANG. Menteri Perhubungan (Menhub),  Budi Karya Sumadi menegaskan pembangunan Light Rail Transit (LRT) adalah satu upaya pemerintah yang berkomitmen dalam membangun Indonesia centris.

Selain itu, LRT diharapkan juga dapat menjadikan inspirasi atau contoh moda transportasi angkutan massal yang terencana kepada daerah lainnya.

"Palembang beruntung menjadi satu kota percontohan untuk membangun,sehingga Pelambeng bisa menginsiprasi menjadi kota dengan transportasi massal yang lebih terencana," kata Budi Karya di  forum diskusi Indonesia Marketing Association "LRT Untuk Siapa" di The Pitstop, Palembang, Sumetera Selatan, dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (23/12). 

Menurutnya, moda transportasi massal LRT adalah satu keniscayaan, sebagai salah satu contoh angkutan massal terbaru dimana belum terdapat dikota-kota lainya di Indonesia. "Ini bisa menjadi satu quick win atau lompatan bagi Palembang, menjadi metropolitan yang lebih besar," ujarnya.

Itu sebabnya, Menhub mengajak masyarakat agar dapat berperan serta menjadikan LRT ini sebagai satu kebanggaan dengan cara memberikan ide-ide yang pada akhirnya membuat LRT ini menjadi legitimate, baik itu secara operasional maupun konseptual.

Misalnya, lanjut Budi, dengan menjadikan LRT sebagai icon pariwitasa yang diharapkan mampu menarik wisatwan baik domestik maupun internasional.

Pada kesempatan itu, Budi Karya yang juga mantan Dirut Angkasapura II meminta agar masyarakat menilai positif keberadaan LRT.

Budi bilang, dibangunnya transportasi massal LRT tidak semata hanya untuk menunjang berbagai even internasional di  Indonesia seperti Asian Games 2018 saja.

Ke depan, LRT akan menjadi transportasi massal yang dapat dinikmati dan sangat bermanfaat bagi masyarakat di seluruh tanah air.

"Jadi kita merubah pola pikir kita menggunakan angkutan sekarang, dengan suatu angkutan yang lebih berbasis kepada angkutan massal ya. Itu yang musti dilakukan," pungkas Budi.

Sejauh ini, Budi menambahkan, progres pembangunan LRT telah mencapai 78%. Dengan total pembangunan sepanjang 23,4 km yang akan melewati 13 stasiun yang berawal dari depo.

Ketiga belas stasiun itu yakni, Stasiun Opi, Stasiun Stadion Jakabaring, Stasiun Gubenur Bestari-Polresta, Stasiun Terpadu Jembatan Ampera, Stasiun Pasar Cinde, Stasiun Dishub Kominfo Prov.Sumsel, Stasiun Palembang Icon, serta Stasiun Demang Lebar Daun.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×