kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.645.000   -15.000   -0,56%
  • USD/IDR 17.870   -65,00   -0,36%
  • IDX 5.821   -75,34   -1,28%
  • KOMPAS100 752   -12,33   -1,61%
  • LQ45 573   -10,72   -1,84%
  • ISSI 201   -1,70   -0,84%
  • IDX30 325   -6,09   -1,84%
  • IDXHIDIV20 401   -6,69   -1,64%
  • IDX80 86   -1,38   -1,59%
  • IDXV30 108   -1,25   -1,14%
  • IDXQ30 105   -1,88   -1,76%

Menkeu: Tidak perlu uang pemerintah, ada dana PIP


Jumat, 12 Juli 2013 / 14:08 WIB
ILUSTRASI. Tanda-Tanda Anjing Menjadi Agresif


Reporter: RR Putri Werdiningsih | Editor: Dikky Setiawan

JAKARTA. Menteri Kuangan Chatib Basri, mengungkapkan niatan pemerintah pusat untuk membeli 7% saham perusahaan tambang emas PT Newmont Nusa Tenggara (NTT).

Niat Chatib tampaknya sudah bulat, meskipun Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Hatta Rajasa sudah menegaskan tidak ada alokasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) perubahan 2013 untuk pembelian saham Newmont.

Masalah itu, rupanya tidak menjadi masalah bagi Chatib. "Tidak perlu anggaran pemerintah, karena PIP (Pusat Investasi Pemerintah) punya uangnya," kata Chatib saat ditemui di Gedung DPR, Jakarta, Jumat (12/7).

Sayangnya, Chatib enggan menjelaskan bagaimana mekanisme pembelian saham Newmont tersebut. Ia hanya bilang, saat ini pemerintah tengah fokus mengkaji rencana pemerintah pusat untuk membeli saham perusahaan tambang emas tersebut.

"Tidak usah, saya tidak mau ngomong dulu. Pokoknya yang saya bilang kita mempertimbangkan serius opsi tersebut," imbuhnya.

Sebelumnya Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Hatta Rajasa telah menegaskan pemerintah tidak akan mengalokasikan dana untuk membeli 7% saham PT Newmont.

Menurutnya kepastian tersebut sudah tercantum dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBNP) 2013. Bahkan, ia justru menyebut lebih baik sisa divestasi tambang emas itu dibeli saja boleh Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×