kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.664.000   -36.000   -1,33%
  • USD/IDR 17.842   -48,00   -0,27%
  • IDX 6.402   100,12   1,59%
  • KOMPAS100 829   5,89   0,72%
  • LQ45 632   5,12   0,82%
  • ISSI 223   5,51   2,54%
  • IDX30 354   2,79   0,80%
  • IDXHIDIV20 430   2,74   0,64%
  • IDX80 95   0,68   0,73%
  • IDXV30 119   1,18   1,00%
  • IDXQ30 112   0,79   0,71%

Industri Ritel Tahun 2027 Diproyeksi Tumbuh, Daya Beli Jadi Penentu Utama


Sabtu, 15 Agustus 2026 / 07:30 WIB
Industri Ritel Tahun 2027 Diproyeksi Tumbuh, Daya Beli Jadi Penentu Utama
ILUSTRASI. Prospek industri ritel pada 2027 diperkirakan masih positif, tetapi pelaku usaha menilai penguatan daya beli masyarakat akan menjadi faktor kunci (KONTAN/Cheppy A. Muchlis)


Reporter: Leni Wandira | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Prospek industri ritel pada 2027 diperkirakan masih positif, tetapi pelaku usaha menilai penguatan daya beli masyarakat akan menjadi faktor kunci yang menentukan laju pertumbuhan sektor tersebut.

Ketua Umum Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Alphonzus Widjaja mengatakan, industri usaha ritel di Indonesia memiliki ketergantungan yang tinggi terhadap daya beli masyarakat. Hal ini lantaran pangsa pasar ritel masih didominasi oleh kelompok menengah bawah.

Menurut dia, peningkatan daya beli masyarakat kelas menengah bawah akan memberikan dampak signifikan terhadap kinerja industri ritel.

"Industri usaha ritel akan tetap bertumbuh dari tahun ke tahun, namun tingkat pertumbuhannya akan sangat bergantung dari seberapa besar keberhasilan pemerintah dalam mengupayakan perbaikan dan peningkatan daya beli masyarakat," ujar Alphonzus kepada Kontan, Jumat (14/8/2026).

Baca Juga: Pemerintah Bidik Pembangunan 30 GW PLTS Tahun Ini, Hemat Rp 73,9 Triliun

Ia menilai, kondisi daya beli menjadi salah satu faktor penting yang perlu diperhatikan pemerintah untuk menjaga pertumbuhan konsumsi dan aktivitas bisnis ritel pada tahun depan.

Di sisi lain, Alphonzus menyoroti efektivitas stimulus dan insentif yang selama ini diberikan pemerintah. Menurutnya, berbagai program tersebut masih cenderung bersifat sporadis dan hanya memberikan dampak dalam jangka pendek.

"Sampai dengan saat ini berbagai program stimulus dan insentif yang diberikan oleh pemerintah lebih bersifat sporadis dan sesaat sehingga tidak berdampak secara berkelanjutan," katanya.

Karena itu, menurut Alphonzus, pemerintah perlu membangun kepercayaan dunia usaha sebagai salah satu faktor utama untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan aktivitas bisnis secara berkelanjutan.

Ia mengatakan, kemudahan berusaha, kepastian serta penegakan hukum, dan terciptanya iklim usaha yang sehat menjadi sejumlah faktor yang perlu menjadi prioritas pemerintah.

Baca Juga: Prabowo Dorong Bursa Mineral dan Komoditas Strategis Mulai Beroperasi 2027

"Faktor utama yang paling diperlukan saat ini adalah membangun setinggi-tingginya kepercayaan terhadap pemerintah," ujar Alphonzus.

Menurutnya, berbagai faktor tersebut perlu diperjuangkan dalam waktu sesingkat-singkatnya agar dapat memberikan kepastian bagi pelaku usaha dalam menjalankan dan mengembangkan bisnis.

Dengan demikian, pertumbuhan industri ritel pada 2027 tidak hanya akan dipengaruhi oleh kondisi ekonomi secara makro. Kemampuan pemerintah dalam memperkuat daya beli masyarakat, menjaga kepercayaan pelaku usaha, serta menciptakan iklim bisnis yang kondusif juga akan menjadi penentu perkembangan sektor ritel pada tahun depan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU

[X]
×