kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.630.000   -15.000   -0,57%
  • USD/IDR 17.913   43,00   0,24%
  • IDX 5.657   -163,74   -2,81%
  • KOMPAS100 731   -21,54   -2,86%
  • LQ45 557   -15,97   -2,79%
  • ISSI 196   -5,16   -2,57%
  • IDX30 317   -8,50   -2,61%
  • IDXHIDIV20 392   -9,09   -2,27%
  • IDX80 83   -2,44   -2,85%
  • IDXV30 107   -1,93   -1,78%
  • IDXQ30 103   -2,32   -2,22%

Menperin dorong industri tekstil ekspor alat pelindung diri


Selasa, 09 Juni 2020 / 17:19 WIB
ILUSTRASI. Menperin Agus Gumiwang Kartasamita tinjau industri produk tekstil


Reporter: Arfyana Citra Rahayu | Editor: Noverius Laoli

Adapun tiga produk baju APD berbahan baku dalam negeri dan diproduksi oleh industri nasional yang sudah mencapai standar internasional, yaitu baju APD dari PT Sritex, PT SUM dan Leading Garmen serta PT APF dan Busana Apparel, yang semuanya telah lolos uji standar ISO 16604 Class 2 bahkan lebih tinggi.

Oleh karena itu, pemerintah akan mendorong ekspor APD dengan melakukan revisi Peraturan Menteri Perdagangan terkait larangan ekspor untuk merelaksasi ekspor APD dan masker, tentunya dengan mempertimbangkan terlebih dahulu pemenuhan pasokan untuk kebutuhan dalam negeri.

Baca Juga: Harga saham Sri Rejeki Isman (SRIL) melesat 41% sepekan, simak rekomendasi analis

Langkah ini sudah disepakati bersama oleh Menperin, Mendag, dan Kepala Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19.

“Banyak negara di dunia yang kini masih membutuhkan masker dan APD. Misalnya, Amerika Serikat dan Korea Selatan,” ungkap Agus. Ekspor APD dan masker oleh produsen lokal sebenarnya bukan hal baru. Mengacu data Badan Pusat Statistik (BPS), faktanya, Indonesia sempat melakukan ekspor APD senilai USD257.000 pada April 2020.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×