kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.773.000   -15.000   -0,54%
  • USD/IDR 17.739   71,00   0,40%
  • IDX 6.162   67,10   1,10%
  • KOMPAS100 813   8,13   1,01%
  • LQ45 620   4,04   0,66%
  • ISSI 218   3,97   1,85%
  • IDX30 355   2,58   0,73%
  • IDXHIDIV20 437   -1,89   -0,43%
  • IDX80 94   1,08   1,17%
  • IDXV30 121   0,41   0,34%
  • IDXQ30 115   -0,63   -0,54%

Menperin: Kita ingin nol-kan tarif PPN kakao


Selasa, 17 September 2019 / 15:46 WIB
ILUSTRASI. Produksi Cokelat


Reporter: Yudho Winarto | Editor: Yudho Winarto

Guna mewujudkannya, Kemenperin bersama pemangku kepentingan menyelenggarakan Peringatan Hari Kakao Indonesia tahun 2019 dengan menggelar Pameran Produk Kakao dan Cokelat 2019 di Plasa Pameran Industri, yang mengambil tema “Bangga Cokelat Indonesia”.

“Melalui pameran ini diharapkan dapat memberi semangat kebersamaan seluruh stakeholder kakao dalam mengembangkan komoditas kakao dan industri olahan kakao di Indonesia serta meningkatkan kebanggaan pada produk-produk cokelat dalam negeri,” ucap Rochim.

Kegiatan tersebut berlangsung pada tanggal 17-20 September 2019, dengan diikuti sebanyak 46 peserta yang terdiri dari 35 industri pengolahan cokelat skala besar, menengah dan kecil, kemudian dua industri pengolahan kakao, perwakilan dua daerah penghasil kakao, tiga lembaga riset, dua universitas, satu produsen mesin pengolahan cokelat, serta menampilkan satu buah food truck.

Baca Juga: Kekurangan Bahan Baku, Industri Pengolahan Kakao Terpaksa Berhenti Beroperasi

“Produk-produk yang ditampilkan meliputi makanan dan minuman berbasis kakao olahan seperti minuman cokelat, permen cokelat, kue, selai cokelat, biskuit cokelat, dan lain-lain,” sebutnya. Pada kesempatan ini juga diadakan Demo Cokelat Praline oleh Gandum Mas Kencana, Demo Cokelat Karakter/Bar oleh Uwel’s Chocolate serta success story oleh Tama Chocolate (Chocodot).

Selain acara pameran, diselenggarakan pula Focus Group Discussion (FGD) yang bekerjasama dengan Asosiasi Kakao Indonesia dengan tema “Penguatan Hilirisasi Industri Pengolahan Kakao Nasional”.

FGD tersebut diharapkan dapat memberikan rekomendasi mengenai berbagai permasalahan pada industri pengolahan kakao dan cokelat seperti pengoptimalan kapasitas industri pengolahan kakao, peningkatan konsumsi cokelat, dan peluang cokelat bean to bar di Indonesia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×