kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45895,84   4,26   0.48%
  • EMAS1.345.000 -0,88%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Mentan Amran Sulaiman Diminta Soroti Tren Penurunan Petani Tanam Padi


Rabu, 25 Oktober 2023 / 22:28 WIB
Mentan Amran Sulaiman Diminta Soroti Tren Penurunan Petani Tanam Padi
ILUSTRASI. Amran Sulaiman membacakan sumpah saat dilantik menjadi Menteri Pertanian di Istana Negara, Jakarta, Rabu (25/10/2023). ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/tom.


Reporter: Lailatul Anisah | Editor: Tendi Mahadi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Ada sejumlah pekerjaan rumah menanti Amran Sulaiman yang baru saja dilantik sebagai Menteri Pertanian (Mentan) oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) pagi ini di Istana Negara. 

Pengamat Pertanian dari Asosiasi Ekonomi Politik Indonesia (AEPI) Khudori mengatakan salah satu yang perlu mendapat perhatian adalah tren penurunan petani mau tanam padi pada lima tahun terakhir. 

"Mengapa kian banyak petani emoh menanam padi? Dugaan saya karena usaha tani ini tidak lagi menarik dari sisi ekonomi. Ini perlu dipastikan dan dicamkan oleh Pak Mentan baru," kata Khudori pada Kontan.co.id, Rabu (25/10). 

Khudori menyoroti, lima tahun terakhir terjadi penurunan luas panen padi dari 11.378 juta hektar pada tahun 2018 menjadi 10.549 pada tahun 2022. Artinya dalam lima tahun luas panen turun 829 ribu ha. 

Baca Juga: Amran Sulaiman Jadi Mentan, Ekonom Ini Ungkit Lonjakan Impor Beras dan Gula

Sementara, luas sawah yang ditanami non-padi terus mengalami kenaikan dari 14.994 hektare pada 2019 menjadi 18.311 hektare pada 2021. 

Di luar itu, ia meminta agar Mentan Amran tidak berambisi membuat terobosan-terobosan baru mengingat masa kepemimpinannya di Kementerian Pertanian kurang dari satu tahun. 

Sebaiknya, Menteri pertanian ke depan fokus melakukan beberapa hal berikut. Pertama, memastikan lahan-lahan sawah yang eksisting bisa dioptimalkan dengan dukungan sarana dan prasarana yang memadai seperti ketersediaan air, pupuk, bibit hingga modal kerja. 

Kedua, memilah dan memilih komoditas prioritas untuk ditingkatkan produksinya mengingat ada keterbatasan waktu hingga anggaran di akhir jabatan. 

"Target swasembada misalnya, harus dipetakan ulang. Mana yang realistis (dalam segala aspek) dan mana yang tidak," jelas Khudori.  

Ketiga, memanfaatkan data Sensus Pertanian 2023 yang akan dirilis pada 14 Desember nanti sebagai dasar membuat kebijakan-kebijakan spesifik dan berdampak. 

Misalnya, dalam perbaikan kebijakan subsidi pupuk, benih, pemberian alat mesin pertanian (alsintan), pengendalian lahan sawah dari konversi, kebijakan afirmatif kepada generasi muda agar tertarik masuk ke sektor pertanian hingga kebijakan yang memastikan kesejahteraan petani. 

Baca Juga: Dilantik Sebagai Mentan, Amran Sulaiman Tegaskan Tak Ada Konflik Kepentingan

Diketahui, Amran dilantik sebagai Menteri Pertanian menggantikan Syahrul Yasin Limpo yang menjadi tersangka kasus korupsi di lingkungan Kementan. 

Kiprahnya di Kementerian Pertanian bukanlah kali pertama. Sebelumnya, ia juga pernah menjabat sebagai Menteri Pertanian di kabinet Jokowi-JK pada periode 2014-2019. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×