kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |

Menteri ESDM: Jangan banyak diskusi soal IUPK Freeport, selesaikan dua pekan


Kamis, 22 November 2018 / 16:06 WIB
Menteri ESDM: Jangan banyak diskusi soal IUPK Freeport, selesaikan dua pekan
ILUSTRASI. DIVESTASI SAHAM PT FREEPORT

Reporter: Febrina Ratna Iskana | Editor: Azis Husaini

KONTAN.CO.ID -JAKARTA. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan, pada Rabu (21/11) melantik 50 orang Pejabat di Lingkungan Kementerian ESDM yang terdiri dari tujuh orang Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama (Eselon II), 15 orang Pejabat Administrator (Eselon III), dan 28 orang Pejabat Pengawas (Eselon IV).

Salah satu pejabat yang dilantik adalah Yunus Saefulhak sebagai Direktur Pembinaan Pengusahaan Mineral Pada Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara. Sebelumnya Yunus adalah Direktur Pans Bumi Kementerian ESDM.

Tugas Yunus cukup berat yakni melakukan negosiasi kepada PT Freeport Indonesia untuk mau menerima isi dari Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK). Seperti diketahui, isi dari IUPK salah satunya adalah soal perpanjangan izin operasi sampai 20 tahun paska berakhirnya kontrak Freeport tahun 2021. Kemudian soal perpajakan yang diminta Freeport tetap sampai akhir operasi 2041. "Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK) PT Freeport Indonesia harus diselesaikan sesegera mungkin," kata dia, kemarin.

Jonan bahkan menargetkan IUPK bisa terbit dalam dua minggu ke depan. "Oh Iya, ini pak Yunus harus menyelesaikan segera mungkin dalam satu dua minggu ini IUPK-nya Freeport ya pak,"kata Jonan.

Menurut Jonan, IUPK Freeport bisa segera selesai asalkan tidak banyak diskusi. "IUPK-nya Freeport ya pak dalam satu dua minggu ini, jangan banyak diskusi, berbuat dulu baru diskusi, seperti orang nikah kalau diskusi dulu tidak jadi-jadi," ujarnya.

Selain membahas mengenai Freeport, Jonan juga menekankan pentingnya investasi untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan membuka lapangan pekerjaan yang luas bagi masyarakat. Penyederhaan izin merupakan salah satu langkah untuk menciptakan iklim invetasi yang baik makanya proses penyelesaian perijinan harus dipercepat.

"Kalau tidak ada investasi, kalau kita memberi perizinannya pelan, maka bisnisnya akan dengan tumbuh dengan lambat dan pelan sekali, sehingga penganggurannya semakin lama semakin banyak. Kasihan adik-adik kita yang membutuhkan pekerjaan, karena itu sebisa mungkin bagi yang mengurusi perijinan itu bisa dibuat sesederhana mungkin," pungkas Jonan.





TERBARU

Close [X]
×