Reporter: Pratama Guitarra | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie
JAKARTA. Polemik rencana pembangunan fasilitas pengolahan gas di Blok Masela belum usai. Berbagai opini mulai muncul terkait baik tidaknya membangun fasilitas di darat atau laut.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Sudirman Said mengingatkan kepada pihak-pihak yang selama ini ikut buka suara untuk tidak semakin membuat rakyat kebingungan.
"Sebaiknya yang tidak paham urusan teknis tak punya otoritas, ngerem sedikit. Yang kasihan masyarakat Maluku. Jangan bermain di air keruh," katanya di Gedung DPR, Kamis (25/1).
Sudirman mengakui, mendengar banyaknya opini yang lantas keluar setelah polemik mengenai Blok Masela ini berkembang luas. Berkaitan dangan keputusan untuk membangun kilang pengolahan onshore atau offshore, Sudirman mengatakan pemerintah berusaha membatasi pembahasan dalam lingkup profesional.
Ia menegaskan, permasalahan Masela tidak boleh mengalir semakin jauh menjadi isu politik. "Sangat disesalkan akibat komentar sejumlah pihak memobiliasi opini. Kasihan masyarakat setempat dan otoritas," urainya.
Ia mengklaim, pihak yang berwenang mengeluarkan keputusan mengenai Blok Masela adalah Kementerian ESDM karena sejak awal pihak kontraktor kontrak kerja sama (KKKS) menyampaikan rencana pengembangan kepada pemerintah melalui SKK Migas dan Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi.
Hasil kajian sejumlah institusi profesional, termasuk Universitas Indonesia, Institut Teknologi Bandung, SKK Migas, serta pihak penilai independen memutuskan bahwa pembangunan fasilitas di lepas pantai lebih memungkinkan.
"Presiden dengan bijak mengatakan, mau onshore atau offshore seberapa jauh proyek ini memberi manfaat masyarakat setempat. Apalagi wilayah timur yang akan dibangun," tandasnya.
Sementara itu, Anggota Komisi VII dari Daerah Pemilihan Maluku Mercy Chriesty Barends menyebutkan, masyarakat setempat di sekitar rencana lokasi proyek selama ini justru dibuat bingung atas berbagai pendapat yang muncul terkait Blok Masela ini.
Mercy menilai, ada kekhawatiran dari masyarakat akan ancaman serbuan pekerja asing apabila benar proyek Masela berjalan. Ia khawatir apabila masyarakat lokal hanya menjadi penonton dan tidak dilibatkan oleh pemerintah.
"Kami ingin ada kejelasan, agar masyarakat Maluku tenang, bisa berpartisipasi secara sehat, roda produktivitas dan kesejahteraan masyarakat di sana berjalan baik," tandasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













