kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45995,22   -1,54   -0.15%
  • EMAS977.000 -0,20%
  • RD.SAHAM -0.07%
  • RD.CAMPURAN 0.04%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.07%

Menteri ESDM Minta Proyek Jambaran Tiung Biru Segera Menyalurkan Gas


Minggu, 31 Juli 2022 / 19:04 WIB
Menteri ESDM Minta Proyek Jambaran Tiung Biru Segera Menyalurkan Gas
ILUSTRASI. Kemajuan proyek Jambaran Tiung Biru telah mencapai 96,70% pada 16 Juli 2022 lalu


Reporter: Filemon Agung | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif meminta Proyek Jambaran Tiung Biru (JTB) segera gas in atau menyalurkan gas.

"Proyek Jambaran Tiung Biru merupakan proyek prestisius yang melibatkan karya anak bangsa dan harus mencari strategi yang tepat untuk mempercepat commissioning dan bisa dilakukan gas in segera mungkin," kata Arifin saat melakukan peninjauan lapangan Proyek Strategis Nasional Jambaran Tiung Biru (JTB) yang dioperasikan Pertamina EP Cepu  di Desa Bandungrejo, Ngasem, Bojonegoro,  Jawa Timur, Kamis (28/7).

Proyek ini telah mencapai 96,70% pada 16 Juli 2022 lalu. Raihan ini masih di bawah target yang ditetapkan sebesar 99,38%.

"Realisasi proyek ini tinggal selangkah lagi. Commissioning dan gas in menjadi bukti peralatan dan instalasi plant terintegrasi dengan baik," imbuh Arifin.

Baca Juga: Proyek Molor, Volume Produksi Migas Nasional Merosot

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Tutuka Ariadji juga kembali mengingatkan pentingnya keselamatan dalam kegiatan usaha migas. Keselamatan Kesehatan Kerja (K3) merupakan upaya perlindungan kerja agar tenaga kerja selalu dalam keadaan selamat dan sehat selama melakukan pekerjaan di tempat kerja, serta sumber dan proses produksi dapat digunakan secara aman dan efisien.

"Keselamatan kerja merupakan suatu keharusan agar tenaga kerja selalu sehat, tenaga kerja merupakan faktor yang sangat menentukan bagi perusahaan migas" ujar Tutuka.

Di sisi lain, Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Nicke Widyawati yang mendampingi kunker tersebut, menyampaikan optimismenya bahwa rencana Gas on Stream (GoS) pada proyek ini dapat  segera terealisasi.

"Sekarang ini hanya tinggal menunggu persiapan gas in saja, untuk kemudian dilanjutkan dengan commissioning start up. Gas in adalah pengaliran gas dari sumber sumurnya menuju gas processing facilities (GPF) untuk diolah sebelum memasuki tahap on stream," terang Nicke. 

Baca Juga: Terdongkrak Harga Minyak, Penerimaan Hulu Migas Tembus US$ 9,7 Miliar

Nicke mengungkapkan, tren harga minyak dan gas dunia yang tengah tinggi seperti saat ini tentu produksi migas akan memberikan pemasukan yang besar bagi negara. "Setelah memasuki produksi gas nanti, gas JTB akan memberikan peningkatan produksi gas nasional, dan harga gas yang sedang tinggi seperti hari ini tentu ini memberikan kontribusi besar untuk pendapatan negara," jelas Nicke.

Proyek JTB adalah PSN dengan capital expenditure (capex) mencapai US$ 1,5 miliar yang diproyeksikan menjadi salah satu calon penghasil gas terbesar di Indonesia,  dengan produksi sales gasnya mencapai mmscfd. Dari jumlah tersebut, 100 mmscfd telah dipersiapkan untuk memenuhi kebutuhan gas pembangkit listrik PT PLN. 

Pasokan gas dari JTB diharapkan segera dapat dimanfaatkan untuk pemenuhan kebutuhan listrik, industri terutama pupuk, serta industri lainnya seperti keramik dan petrokimia di beberapa wilayah yang ada di daerah Jawa Timur dan Jawa Tengah melalui transportasi pipa gas Gresik-Semarang.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.



TERBARU

[X]
×