kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.399.000   13.000   0,94%
  • USD/IDR 16.140
  • IDX 7.328   27,17   0,37%
  • KOMPAS100 1.142   4,95   0,44%
  • LQ45 920   5,02   0,55%
  • ISSI 219   0,28   0,13%
  • IDX30 458   2,53   0,56%
  • IDXHIDIV20 549   3,16   0,58%
  • IDX80 129   0,76   0,60%
  • IDXV30 127   0,36   0,29%
  • IDXQ30 155   0,64   0,42%

Merek Roti Ini Diduga Mengandung Bahan Pengawet Berbahaya


Rabu, 10 Juli 2024 / 21:16 WIB
Merek Roti Ini Diduga Mengandung Bahan Pengawet Berbahaya
ILUSTRASI. Roti tawar


Reporter: Dimas Andi, Vina Elvira | Editor: Tri Sulistiowati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pasar roti di Indonesia baru-baru ini dikejutkan dengan temuan bahan pengawet berbahaya di dalam produk yang berbahaya untuk kesehatan. 

Temuan itu berdasarkan dokumen yang diterima KONTAN dari hasil uji laboratorium perusahaan yang bergerak di bidang testing dan inspeksi, PT SGS Indonesia  pada beberapa merek roti yang beredar di pasar dalam negeri sejak Agustus 2023 sampai Mei 2024. Pengujian dilakukan terhadap beberapa merek roti, di antaranya Sari Roti, My Roti, Roti Aoka, dan Roti Okko. 

Masih dari dokumen yang dimiliki KONTAN, uji lab yang dilakukan SGS Indonesia atas salah satu zat yang dianggap berbahaya yaitu Sodium Dehydroacetate pada masing-masing sampel produk roti tersebut. Hasilnya, Roti Aoka dan Roti Okko terdeteksi mengandung zat Sodium Dehydroacetate masing-masing sebesar 235 miligram/kilogram dan 345 mg/kg. 

Berdasarkan penelusuran KONTAN, Roti Aoka merupakan merek roti yang diproduksi oleh PT Indonesia Bakery Family. Perusahaan ini berdomisili di Bandung, Jawa Barat. Sementara itu, Roti Okko diproduksi oleh PT Abadi Rasa Food yang juga berasal dari Bandung.

Baca Juga: Maju Mundur Pemerintah Terapkan Cukai Minuman Berpemanis

Adapun dua merek lainnya yang diperiksa SGS yakni Sari Roti dan My Roti, namun  tidak terdeteksi memiliki zat tersebut. Sari Roti diproduksi oleh PT Nippon Indosari Corpindo Tbk (ROTI), emiten yang masuk dalam kendali grup bisnis taipan Sudono Salim alias Salim Group. Sedangkan di sisi lain, My Roti merupakan merek yang diproduksi oleh PT Yamazaki Indonesia.

Franciscus Welirang, mantan Wakil Ketua Badan Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN) yang juga Direktur PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) salah satu entitas milik Salim Group memastikan bahwa produk Sari Roti aman dikonsumsi oleh masyarakat. Produk tersebut terbukti tidak mengandung Sodium Dehydroacetate. Aktivitas penjualan Sari Roti pun tetap berjalan normal seperti biasa. 

Sodium Dehydroacetate sebenarnya adalah pengawet yang digunakan dalam produk kosmetik dan produk perawatan pribadi lainnya karena memiliki sifat antimikroba. Zat ini sebenarnya juga merupakan bahan tambahan pengawet makanan.

Namun, pada Maret 2024, Komisi Nasional Kesehatan China merilis beberapa laporan mengenai standar keamanan makanan. Disebutkan bahwa Sodium Dehydroacetate resmi dilarang digunakan untuk makanan panggang, produk roti, kue kering dan kembang gula, dan produk tepung, lantaran ada efek samping yang berbahaya bagi tubuh manusia dalam dosis pemakaian tertentu.

“Di China bahan tersebut sudah dilarang,” kata Franciscus, Rabu (10/7).

Ketua Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Indah Sukmaningsih mengatakan, pemerintah melalui Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) harus segera ikut menginvestigasi dan mengklarifikasi hasil temuan laboratorium SGS Indonesia. “Mereka harus memberikan informasi yang sebenarnya kepada masyarakat luas,” ujar dia, hari ini.

Di sisi lain, hingga artikel ini dibuat pihak BPOM belum menjawab pertanyaan KONTAN terkait hasil temuan bahan pengawet berbahaya pada beberapa merek roti oleh SGS Indonesia. Begitu pula, upaya KONTAN menghubungi produsen Roti Aoka dan Roti Okko belum membuahkan hasil. 

Baca Juga: Laba Nippon Indosari (ROTI) Melesat 50% di Kuartal I-2024, Simak Rekomendasi Analis

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×