kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.947.000   0   0,00%
  • USD/IDR 16.847   45,00   0,27%
  • IDX 8.241   -50,41   -0,61%
  • KOMPAS100 1.165   -7,03   -0,60%
  • LQ45 837   -5,28   -0,63%
  • ISSI 296   -0,59   -0,20%
  • IDX30 435   -0,94   -0,22%
  • IDXHIDIV20 521   0,70   0,13%
  • IDX80 130   -0,78   -0,60%
  • IDXV30 143   0,85   0,60%
  • IDXQ30 141   0,01   0,00%

Strategi PLN Perkuat Ekosistem EV Hijau, Andalkan Home Charging hingga SPKLU


Minggu, 08 Februari 2026 / 22:47 WIB
Strategi PLN Perkuat Ekosistem EV Hijau, Andalkan Home Charging hingga SPKLU
PT PLN (Persero) dalam Indonesia International Motor Show (IIMS) 2026 (PLN/dok)


Reporter: Noverius Laoli | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) memanfaatkan ajang Indonesia International Motor Show (IIMS) 2026 untuk mendukung upayanya dalam membangun ekosistem kendaraan listrik (electric vehicle/EV) yang terintegrasi dan mudah diakses. 

Melalui platform PLN Mobile, PLN mengonsolidasikan layanan pengisian daya EV, baik di rumah maupun di perjalanan, dalam satu aplikasi.

Vice President Pengelola Pemasaran PLN, Revanny Yudhistira, menegaskan PLN tidak hanya hadir sebagai penyedia listrik, tetapi juga pendukung penuh transisi energi.

“Kami ingin pemilik EV yakin, setelah membeli kendaraan listrik, seluruh kebutuhannya sudah didukung ekosistem yang lengkap lewat PLN Mobile,” ujarnya dalam siaran pers, Minggu (8/2/2026).

Baca Juga: Meningkat 44%, PLN Operasikan 4.655 SPKLU Sepanjang 2025

Di IIMS 2026, PLN mengusung tema*EV Ecosystem Powered by PLN Mobile – Your EV Partner. Aplikasi ini menjadi pintu utama layanan EV, mulai dari Home Charging Ultima, akses SPKLU, peta lokasi pengisian daya real-time, hingga ekosistem pengisian motor listrik untuk mitra transportasi online.

PLN menilai home charging sebagai basis utama pengisian EV. Mayoritas pengguna mengisi daya di rumah pada malam hari, serupa kebiasaan mengisi ponsel. Melalui Home Charging Ultima, PLN menawarkan tarif diskon pukul 22.00–05.00, sehingga biaya pengisian bisa ditekan hingga sekitar Rp 178 per kilometer, jauh lebih murah dibanding SPKLU maupun kendaraan berbahan bakar bensin.

“Perbedaannya signifikan dan sangat terasa bagi pengguna,” kata Revanny.

Meski demikian, keberadaan SPKLU tetap krusial, terutama untuk perjalanan jarak jauh dan kebutuhan darurat. Pengisian di SPKLU rata-rata hanya membutuhkan waktu 20–30 menit. 

Lewat PLN Mobile, pengguna dapat memantau ketersediaan charger, antrean, hingga merencanakan perjalanan dengan fitur trip planner.

Baca Juga: Konsumsi Nasional Naik, PLN Jual Listrik 317,69 TWh Sepanjang 2025

PLN juga membuka peluang bisnis bagi mitra dalam pengembangan SPKLU. Skema kemitraan, pendaftaran, hingga panduan teknis dapat diakses langsung melalui aplikasi.

Selama IIMS 2026, PLN menghadirkan promo Power Up Event, berupa diskon 50% layanan tambah daya bagi pengunjung yang check-in dan bertransaksi melalui PLN Mobile. Promo ini berlaku nasional dan dapat digunakan untuk seluruh ID pelanggan.

Lebih luas, PLN Mobile diposisikan sebagai super apps kelistrikan, mencakup pembelian token, pembayaran tagihan, pengajuan layanan, hingga program loyalitas.

Respons pengunjung pun positif. Sejumlah pengguna menilai pengisian daya di rumah lebih murah dan praktis, sementara jaringan SPKLU PLN dinilai luas dan kompatibel untuk berbagai merek kendaraan listrik.

Baca Juga: Butuh Tambahan Daya? PLN Sediakan Layanan Penyambungan Listrik Sementara

Dengan penguatan layanan digital dan infrastruktur, PLN menegaskan komitmennya memastikan adopsi EV tidak berhenti pada pembelian kendaraan, tetapi berlanjut pada pengalaman penggunaan yang nyaman dan ekonomis.

“PLN hadir sebagai partner pengguna EV. Your EV Partner,” tutup Revanny.

Selanjutnya: Investor Waspada! Kemenangan Takaichi Guncang Pasar, Pajak Konsumsi Jadi Taruhan

Menarik Dibaca: Hasil BATC 2026: Kalah dari Jepang, Tim Putra Indonesia Raih Medali Perunggu

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! When (Not) to Invest

[X]
×