kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.675.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.842   -48,00   -0,27%
  • IDX 6.402   100,12   1,59%
  • KOMPAS100 829   5,89   0,72%
  • LQ45 632   5,12   0,82%
  • ISSI 223   5,51   2,54%
  • IDX30 354   2,79   0,80%
  • IDXHIDIV20 430   2,74   0,64%
  • IDX80 95   0,68   0,73%
  • IDXV30 119   1,18   1,00%
  • IDXQ30 112   0,79   0,71%

Metland (MTLA) Percaya Diri Hadapi 2026, Bisnis Mal Dinilai Masih Tahan Banting


Rabu, 04 Februari 2026 / 10:31 WIB
Metland (MTLA) Percaya Diri Hadapi 2026, Bisnis Mal Dinilai Masih Tahan Banting
ILUSTRASI. Metland (MTLA) (Dok/MTLA)


Reporter: Leni Wandira | Editor: Yudho Winarto

Di tengah meningkatnya persaingan kanal digital dan pergeseran pola belanja, MTLA mencatat tenant berbasis kebutuhan harian, makanan dan minuman (F&B), gaya hidup, hiburan keluarga, serta layanan berbasis pengalaman menjadi penopang utama kinerja mal.

Kurasi tenant diarahkan agar pusat perbelanjaan tidak hanya berfungsi sebagai tempat transaksi, tetapi juga sebagai ruang aktivitas sosial dan komunitas.

Perusahaan juga aktif mendorong penyelenggaraan berbagai acara, kolaborasi dengan tenant lokal potensial, serta kerja sama dengan merek yang mengusung konsep omnichannel guna menjaga daya tarik kunjungan.

Baca Juga: Tangerang Dominasi Pasokan Rumah Baru di Jabodetabek, Segmen Menengah Terbesar

Untuk 2026, tantangan bisnis mal diperkirakan masih mencakup kenaikan biaya operasional, ketatnya persaingan antar pusat perbelanjaan, serta dinamika daya beli masyarakat.

Meski demikian, MTLA menilai peluang pertumbuhan tetap terbuka melalui penataan tenant yang lebih tepat, peningkatan aktivitas pengunjung, serta pemanfaatan data dan teknologi untuk memahami perilaku konsumen.

“Ke depan, mal yang mampu beradaptasi, dikelola secara efisien, dan relevan dengan kebutuhan pengunjung diyakini memiliki daya tahan dan peluang pertumbuhan yang lebih baik,” pungkas Olivia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU

[X]
×