Reporter: Arif Ferdianto | Editor: Herlina Kartika Dewi
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. BUMN Holding Industri Pertambangan, Mining Industry Indonesia (Persero) atau MIND ID, terus memperkuat kapabilitas operasional melalui penerapan teknologi di sektor pertambangan.
Ini dilakukan guna mendorong kemandirian industri pengolahan serta mendukung efisiensi operasional grup secara berkelanjutan.
Vice President Director MIND ID, Dany Amrul Ichdan menyatakan, pihaknya terus mempelajari penerapan teknologi, khususnya di sektor midstream. Langkah tersebut diarahkan agar grup MIND ID dapat menguasai teknologi pengolahan secara mandiri dalam jangka panjang.
"Kalau adopsi teknologi, ya kita kan terus belajar. Karena kan bagaimanapun untuk teknologi midstream, kita terus belajar supaya kita bisa berdiri di kaki kita sendiri," ujarnya saat ditemui Kontan.co.id usai acara Insight Energy Forum, Jakarta, Rabu (9/9/2026).
Baca Juga: MIND ID Dorong AI untuk Percepat Hilirisasi Tambang dan Kejar Daya Saing Global
Guna mencapai target tersebut, Dany mengatakan, pihaknya merancang peta jalan atau roadmap transfer teknologi secara terukur. Menurutnya, pemetaan ini penting untuk mentransformasi posisi perusahaan yang saat ini masih menjadi pengguna teknologi (technology adopter) agar dapat berkembang menjadi pencipta teknologi (technology inventor).
"Jadi kita sekarang buat roadmap, roadmap transfer of teknologi. Supaya kita bisa berdiri di kaki kita sendiri untuk beberapa teknologi pengolahan. Tapi selagi ini belum ada, kita meng-adopt dulu teknologi. Ke depan kita harusnya jadi teknologi inventor," tuturnya.
Selain penguatan teknologi pengolahan, MIND ID juga terus mendorong akselerasi penggunaan kendaraan listrik atau electric vehicle (EV) di area operasional tambang para anggotanya.
Dany mengungkapkan bahwa armada ramah lingkungan ini telah diimplementasikan di sejumlah entitas anak usaha, seperti PT Bukit Asam Tbk (PTBA), PT Vale Indonesia Tbk (INCO), hingga PT Freeport Indonesia.
Baca Juga: Penjualan Mobil Naik 13,9%, Gaikindo Optimistis Target 850.000 Unit Tercapai
"Ada, ada bis listrik ada. Kita gunakan bis listrik kok di Bukit Asam, di beberapa tambang kita, di Vale, di Freeport juga ada kita bus listrik. Mobil listrik itu sudah pasti. (Hanya sebatas) kendaraan dan elektrifikasi alat tambang," pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














