kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.541.000   10.000   0,40%
  • USD/IDR 18.160   7,00   0,04%
  • IDX 4.958   -139,12   -2,73%
  • KOMPAS100 637   -19,71   -3,00%
  • LQ45 504   -13,64   -2,63%
  • ISSI 165   -4,96   -2,91%
  • IDX30 283   -7,80   -2,68%
  • IDXHIDIV20 381   -10,02   -2,56%
  • IDX80 74   -2,20   -2,91%
  • IDXV30 106   -2,76   -2,53%
  • IDXQ30 95   -2,54   -2,60%

Minerba Convex 2026 Bidik 17.000 Pengunjung


Selasa, 03 November 2026 / 11:00 WIB
Minerba Convex 2026 Bidik 17.000 Pengunjung
ILUSTRASI. Minerba Convex 2026 (ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto)


Penulis: Chelsea Anastasia, Chelsea Anastasia | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menggelar Mineral dan Batubara (Minerba) Convex 2026 untuk mendorong hilirisasi komoditas mineral dan batubara (minerba) dan manfaat tambang untuk daerah. Pameran yang berlangsung selama 2-3 November 2026 ini menargetkan sekitar 17.000 pengunjung selama dua hari penyelenggaraan.

Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi sekaligus Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menjelaskan, hilirisasi perlu dijalankan dengan prinsip keadilan. 

Menurutnya, penguatan hilirisasi perlu disertai pemerataan kesempatan berusaha. Hal ini agar manfaat ekonomi dari pengelolaan sumber daya alam tak hanya tekonsentrasi pada perusahaan perusahaan besar.

Baca Juga: Kementan Garap 10.000 Hektare Lahan Kering untuk Pengembangan Hortikultura

Bahlil menilai keterlibatan pengusaha daerah, tenaga kerja lokal, kontraktor, dan pemasok di sekitar wilayah tambang penting untuk memperluas dampak ekonomi hilirisasi.

“Kita ingin orang daerah juga menjadi subjek dan objek pembangunan. Mereka harus bisa mengelola sumber daya alam yang ada di daerahnya sendiri,” ungkap Bahlil dalam pembukaan Minerba Convex 2026 di JIExpo Jakarta, Senin (2/11/2026).

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian ESDM, Tri Winarno menyebut pemberdayaan masyarakat perlu menjadi bagian dari tata kelola pertambangan.

“Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) perlu diarahkan agar masyarakat memiliki kapasitas, kemandirian ekonomi, dan kesempatan untuk berpartisipasi dalam kegiatan ekonomi di sekitar wilayah tambang,” ucap Tri.

Ia mengklaim, perusahaan pertambangan telah membina lebih dari 2.587 UMKM.

“Keberhasilan pertambangan juga harus dirasakan oleh masyarakat di sekitar wilayah operasi. Saat ini, terdapat lebih dari 2.587 UMKM binaan badan usaha mineral dan batubara,” imbuh Tri.

Baca Juga: Penjualan Kondominium Jakarta Melambat, Pengembang Hadapi Persaingan Rumah Tapak

Ketua Panitia Minerba Convex 2026, Catur Gunadi melanjutkan, sektor pertambangan saat ini berada di tengah dinamika regulasi, tuntutan hilirisasi, dan transisi energi.

Menurutnya, pengembangan industri pertambangan perlu beriringan dengan peningkatan kapasitas masyarakat di sekitar wilayah operasi.

Karena itu, dia bilang, Minerba Convex menjadi ruang dialog kebijakan, serta wadah kolaborasi industri. 

"Kami ingin sektor pertambangan tidak hanya menghasilkan nilai ekonomi, tetapi juga mendorong masyarakat di daerah lingkar tambang untuk naik kelas,” ucap Catur.

Catur menjelaskan, Minerba Convex 2026 menghadirkan konferensi, forum diskusi, pameran, coaching clinic, edukasi, dan business matching. Rangkaian kegiatan tersebut diharapkan mempertemukan pemangku kepentingan untuk membahas tantangan industri, kolaborasi, serta peluang pengembangan usaha lokal.

Baca Juga: Genjot Utilisasi Armada, Pendapatan Blue Bird Tumbuh 10,9% di Kuartal III 2026

Menurut Catur, Minerba Convex 2026 diikuti oleh 98 pembicara, 48 peserta pameran, dan 30 sponsor, dengan jumlah pengunjung ditargetkan lebih dari 17.000 orang. 

"Melalui kegiatan ini, sektor mineral dan batu bara diharapkan dapat memperkuat kontribusinya terhadap penerimaan negara sekaligus mendorong pemerataan manfaat ekonomi dan kesejahteraan masyarakat di daerah lingkar tambang," tandasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×