kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.946.000   102.000   3,59%
  • USD/IDR 16.807   4,00   0,02%
  • IDX 8.147   24,12   0,30%
  • KOMPAS100 1.146   9,03   0,79%
  • LQ45 833   9,07   1,10%
  • ISSI 287   -1,72   -0,60%
  • IDX30 433   3,38   0,79%
  • IDXHIDIV20 520   5,37   1,04%
  • IDX80 128   1,27   1,00%
  • IDXV30 142   0,85   0,61%
  • IDXQ30 140   0,75   0,54%

Minyak Rusia Masuk ke Indonesia, Ini Tanggapan ESDM dan Pertamina


Rabu, 04 Februari 2026 / 16:12 WIB
Minyak Rusia Masuk ke Indonesia, Ini Tanggapan ESDM dan Pertamina
ILUSTRASI. Menteri ESDM Bahlil Lahadalia (DOK/Diki Mardiansyah)


Reporter: Diki Mardiansyah | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kabar masuknya minyak asal Rusia ke Indonesia pada akhir 2025 hingga awal 2026 kembali mencuat, menyoroti dinamika pasokan energi nasional dan posisi geopolitik Indonesia di tengah ketegangan global.

Sejak resmi menjadi anggota forum ekonomi BRICS alias Brasil, Rusia, India, China, dan Afrika Selatan (BRICS) pada Oktober 2024, Indonesia membuka peluang untuk mengimpor minyak dari Rusia.

Pada waktu itu, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan, kebijakan energi Indonesia tetap berlandaskan prinsip politik luar negeri bebas aktif.

Baca Juga: ESDM Targetkan Proyek Pembangkit Sampah Mulai Beroperasi 2027

“Ketika kita bergabung dengan BRICS dan ada peluang untuk mendapatkan minyak dari Rusia, selama itu sesuai aturan dan tidak ada persoalan, kenapa tidak?” ujar Bahlil di Kantor Kementerian ESDM, Januari 2025.

Sementara itu, anak usaha PT Pertamina, PT Kilang Pertamina Internasional (KPI), membuka peluang impor minyak mentah Rusia sejak Mei 2024 melalui tender terbuka.

Direktur Utama KPI Taufik Adityawarman menekankan, impor dilakukan langsung ke kilang dan sesuai spesifikasi teknis, serta mematuhi ketentuan Office of Foreign Assets Control (OFAC) Amerika Serikat.

“Kalau crude Rusia, ada beberapa yang masuk. Kita juga akan ada sesuai dengan peraturan OFAC-nya, tetap harus mengikuti itu,” jelas Taufik di sela IPA Convex 2025, Mei 2025.

Berdasarkan data pelacakan kapal dari Kpler dan Vortexa, seperti dikutip Reuters, Indonesia menerima dua kargo minyak Rusia jenis Sakhalin Blend pada Desember 2025 dan Januari 2026. Masing-masing sekitar 700.000 barel, dibongkar di Pelabuhan Balikpapan dan Cilacap.

Kapal GT Honor membongkar sekitar 700.000 barel di Balikpapan pada 25 Desember 2025 setelah melakukan ship-to-ship (STS) dengan kapal Galaxy di perairan dekat Hong Kong.

Sementara kapal Integrity Racer membongkar kargo serupa di Cilacap pada Januari 2026 usai STS dengan kapal Voyager, juga di perairan Hong Kong. Kedua kapal STS tersebut masuk daftar sanksi AS dan Uni Eropa serta kerap mengangkut minyak dari proyek Sakhalin-2 Rusia.

Analis Vortexa Emma Li menilai volume ini tergolong tidak lazim, mengingat Indonesia selama ini lebih banyak mengandalkan pasokan dari Timur Tengah dan Afrika. Masuknya kargo Rusia terjadi di tengah tekanan harga minyak Rusia akibat potensi penurunan permintaan dari India, salah satu pembeli utama.

Baca Juga: ESDM Targetkan Proyek Pembangkit Sampah Mulai Beroperasi 2027

Menanggapi isu ini, Vice President Corporate Communication Pertamina Muhammad Baron menegaskan, seluruh impor minyak dilakukan sesuai peraturan untuk menjaga pasokan energi nasional.

“Sebagai penjelasan awal, Pertamina selalu mengikuti peraturan dan ketentuan yang ada dalam melaksanakan operasi nya termasuk dalam mekanisme impor minyak dalam memenuhi kebutuhan energi nasional,” ujar Baron kepada Kontan, Rabu (4/2/2026).

Selanjutnya: Daerah Ini Hujan Sangat Lebat, Cek Peringatan Dini BMKG Cuaca Besok (5/2) Jabodetabek

Menarik Dibaca: Daerah Ini Hujan Sangat Lebat, Cek Peringatan Dini BMKG Cuaca Besok (5/2) Jabodetabek

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
SPT Tahunan PPh Coretax: Mitigasi, Tips dan Kertas Kerja Investing From Zero

[X]
×