kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45702,42   14,31   2.08%
  • EMAS934.000 -1,06%
  • RD.SAHAM -0.69%
  • RD.CAMPURAN -0.34%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.01%

MIS Group berencana membuka 200 toko ritel halal lewat sistem kemitraan


Senin, 03 Februari 2020 / 16:20 WIB
MIS Group berencana membuka 200 toko ritel halal lewat sistem kemitraan
Komisaris MIS Group Marsekal TNI (Purn) Imam Sufaat, Chairman MIS Group Tedy Agustiansjah dan CEO Multi Usaha Syariah Muhd Imanuddin Nur saat pembukaan outlet pertama MUS Halal Convenience Store, di Meruyung, Depok (2/2). 

Reporter: Ratih Waseso | Editor: Markus Sumartomjon

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Multi Inti Sarana Group (MIS Group) merambah bisnis ritel produk halal melalui anak usahanya, PT Multi Usaha Syariah (MUS) dengan membuka toko ritel berkonsep halal dengan nama MUS Halal Convenience Store.
 
MUS Convenience Store mulai beroperasi di kawasan Meruyung, Depok, Jawa Barat, berdekatan dengan area wisata religi Masjid Kubah Emas.  Toko ini mulai beroperasi Minggu (2/2) dan dilengkapi dengan toko grosir.

“Kami juga membangun sinergi dengan para pelaku UMKM lewat usaha toko halal ini,” ujar Chairman MIS Group Tedy Agustiansjah saat Grand Opening MUS Halal Convenience Store, dalam keterangan tertulis, Senin (3/2).

Di MUS Halal Convenience Store juga tersedia area khusus bagi para mitra UMKM untuk memasarkan produknya. Selain itu, toko atau warung sekitar juga dapat memanfaatkan MUS Halal Convenience Store untuk mendapatkan beragam paket grosir produk halal. 
 
Tedy pastikan semua produk yang dijajakan di MUS Halal Convenience Store sudah memenuhi uji laboratorium dari BPOM yakni izin edar dengan kode ML dan sertifikasi halal dari MUI. "MUS tidak memasarkan produk rokok, minuman beralkohol, obat kuat atau suplemen, termasuk alat kontrasepsi,” ungkap Tedy.

Ditargetkan, MUS Halal Convention Store ini bisa berkembang di Tanah Air dan diharapkan toko ritel ini bisa mencapai 200 toko. Untuk bisa mencapai target tersebut, Muhd Imanuddin Nur, CEO Multi Usaha Syariah (MUS) bakal menjalin kerjasama kemitraan dengan mitra bisnis dengan skema bagi hasil dari profit. Jadi bukan bagi hasil.  

“Kalau tidak ada profit, tidak ada bagi hasil. Karena aturan main yang kami terapkan adalah no royalty fee. Sedangkan konsep profit sharing yang diberlakukan adalah musyarakah,” jelas Imanuddin.
 
MUS Halal Convenience Store akan dikembangkan dengan tiga tipe. Tipe A dengan investasi sekitar Rp 1 miliar dan luas lantai di atas 600 m2. Kedua, tipe B dengan investasi Rp 750 juta dan luas lantai sekitar 500 m2, serta tipe C dengan investasi Rp 350 juta dan luas lantai sekitar 160 m2. 

Selain toko halal, MUS juga akan membuka laboratorium halal di Percetakan Negara, Jakarta. Laboratorium ini dibuka untuk umum dan menjamin kehalalan produk yang akan dijual di toko halal.

“Laboratorium ini juga digunakan untuk pengecekan kualitas produk, sehingga prosesnya bisa lebih cepat. Ke depan, laboratorium ini akan dikembangkan di seluruh Indonesia,” ungkap Imanuddin.




TERBARU

Close [X]
×