Reporter: Leni Wandira | Editor: Avanty Nurdiana
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Produsen cetakan sarung tangan medis, PT Mark Dynamics Indonesia Tbk (MARK) memastikan kapasitas produksi produk hand former miliknya telah terisi hingga kuartal II 2026. Hal ini mencerminkan permintaan dari pelanggan global yang masih stabil di tengah dinamika ekonomi dan geopolitik internasional.
CEO PT Mark Dynamics Indonesia Tbk, Ridwan Goh mengatakan perusahaan masih menerima jadwal produksi dan pengiriman secara reguler dari pelanggan di berbagai kawasan.
“Permintaan dari pelanggan berjalan normal. Kami masih menerima jadwal pengiriman produksi secara reguler, sehingga kapasitas produksi untuk beberapa bulan ke depan sudah teralokasi,” ujarnya dalam keterangan resmi, Selasa (10/3).
Baca Juga: BYD Sebut Konflik Timur Tengah Perkuat Tren Elektrifikasi Global
Permintaan tersebut berasal dari pelanggan di berbagai kawasan utama industri sarung tangan medis global, termasuk Amerika, Eropa, dan Asia. Sebagai pemasok komponen hulu dalam rantai pasok industri sarung tangan medis, produk hand former memiliki peran penting dalam proses produksi sarung tangan sekali pakai.
Kebutuhan terhadap produk ini relatif stabil karena digunakan di sektor kesehatan, manufaktur, serta industri berbasis higienitas.
Di sisi lain, anak usaha perusahaan juga mulai menjalankan diversifikasi bisnis melalui pengiriman perdana produk sanitasi berupa toilet keramik ke pasar domestik dengan merek DYNA di wilayah Pulau Jawa.
Pengiriman tahap awal mencapai ribuan unit dan menandai dimulainya komersialisasi lini usaha baru di luar bisnis inti cetakan sarung tangan.
“Pengiriman perdana produk sanitasi menjadi langkah awal diversifikasi usaha, sekaligus memanfaatkan kompetensi manufaktur keramik yang telah dimiliki perusahaan selama ini,” ujar Ridwan.
Ke depan, anak usaha perusahaan juga akan mengembangkan produk toilet duduk (closet sitting) melalui penambahan peralatan produksi guna memperluas portofolio produk sanitasi.
Di tengah ketidakpastian global yang dipengaruhi volatilitas harga energi, penyesuaian rantai pasok, serta perubahan kebijakan perdagangan, perusahaan ini menilai kebutuhan produk sarung tangan dan turunannya tetap memiliki karakter defensif karena berkaitan dengan sektor kesehatan dan higienitas.
Baca Juga: Menanti Jurus Pemerintah Efisiensi Energi di Tengah Lonjakan Harga Minyak Dunia
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













