kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45725,83   16,46   2.32%
  • EMAS914.000 0,11%
  • RD.SAHAM 0.55%
  • RD.CAMPURAN 0.20%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.01%

Mitra Ojol: Kami bangga Nadiem Makarim jadi menteri


Rabu, 23 Oktober 2019 / 11:58 WIB
Mitra Ojol: Kami bangga Nadiem Makarim jadi menteri
ILUSTRASI. Nadiem Makarim, founder of the Indonesian ride-hailing and online payment firm Gojek waves to journalists as he arrives at the Presidential Palace in Jakarta, Indonesia, October 21, 2019. REUTERS/Willy Kurniawan

Reporter: Dityasa H Forddanta | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Presiden Joko Widodo (Jokowi) mendapuk founder Gojek, Nadiem Makarim sebagai Menteri Pendidikan & Kebudayaan (Mendikbud). Hal ini kembali mendapat respon positif dari mitra driver ojek online atawa ojol.

Irwanto, Koordinator Mitra Gojek Wilayah Jakarta Utara dalam pernyataan tertulisnya mengaku salut karena pemerintah tidak menutup mata untuk generasi muda. "Saya mewakili teman-teman mendukung itu,” ujar Irwanto yang akrab disapa Babeh Bewok, Rabu (23/10).

Baca Juga: Empat nomenklatur kementerian diubah, apa saja?

Dia berharap ada perubahan signifikan terhadap bangsa ini. Terutama di bidang pendidikan yang akan diamanatkan kepada Nadiem.

Bersamaan dengan hal tersebut, Iwanto yang juga merupakan driver senior sekaligus Anggota tim 10, yakni tim perwakilan driver online se-Indonesia yang memberikan masukan terhadap regulasi transportasi online, menolak ancaman demo oleh Gabungan Aksi Roda Dua (Garda).

Ancaman ini kabarnya sempat muncul dalam pemberitaan sebagai ancaman kepada Nadiem jika jadi menteri.

Baca Juga: Indonesia president names Gojek co-founder as education minister

”Yang demo saya rasa bukan ojol murni. Saya tahu permasalahannya karena saya merupakan tim 10 yang ikut merumuskan regulasi bersama tim pak Menteri Budi Karya Sumadi (Menhub),” tegasnya.

Menurutnya, segala persoalan dan kekurangan di industri ojol terutama di Gojek, kata Babeh Bewok, selalu ada jalur mediasi. Cara itu dinilai lebih efektif dan baik.

Hal serupa disampaikan oleh anggota Aliansi Nasional Driver Online (Aliando), Ifa. ”Memang saya perhatikan mulai ada ini di grup-grup WhatsApp ajakan demo. Cuma saya katakan, itu tidak tepat, seharusnya bangga dong bos kita jadi menteri,” tandasnya.

Baca Juga: Biografi bos Gojek, pengusaha yang kini jadi Menteri Pendidikan di usia 35 tahun

Memang, lanjut Ifa, yang merupakan mitra Gocar itu mengatakan kekurangan dalam skema kerja sama masih ada dan terus diupayakan diperbaiki. Tapi Nadiem menjadi menteri merupakan hal berbeda.

”Kalau nggak ada Nadiem kita nggak ada Gojek. Adanya Grab. Dari Malaysia lho. Tapi kita tetap pilih Gocar karena cinta Indonesia dan yakin Gocar akan jauh lebih baik ke depannya,” ungkapnya.

Meski sudah tidak mencampuri lagi urusan manajemen Gojek, kata Emak Ifa, Nadiem diharapkan tetap memberikan perhatian seperti dulu. Terutama kepada para mitra. ”Yang penting pak Nadiem tetap mendengar suara kami,” pintanya.

Baca Juga: Rupiah loyo ke Rp 14.060 per dolar setelah Jokowi umumkan Kabinet Indonesia Maju

Sebab sepengetahuannya, Nadiem merupakan sosok pimpinan yang mau turun ke bawah. Tidak segan berbincang dengan mitra pengemudi.

“Kami tahu persis lah pak Nadiem. Kalau bicara cocok atau tidak di kementerian, pak Nadiem anak muda yang pintar dan dia cocok,” ujarnya.

Atas nama Aliando secara keseluruhan, Ifa mengucapkan selamat atas terpilihnya Nadiem menjadi salah satu menteri Jokowi.

“Semoga bisa memegang amanah dari seluruh rakyat Indonesia dengan baik. Tetap peduli kami mitra driver online. Kami cinta Indonesia. Kami cinta pak Nadiem,” tegasnya.

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.


TERBARU

[X]
×