kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45961,84   -17,31   -1.77%
  • EMAS984.000 -1,50%
  • RD.SAHAM -0.07%
  • RD.CAMPURAN 0.04%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.07%

MNC Energy Investments (IATA) Incar Tambang Baru di Kaltim dan Kalteng


Selasa, 27 September 2022 / 11:06 WIB
MNC Energy Investments (IATA) Incar Tambang Baru di Kaltim dan Kalteng
ILUSTRASI. terminal batubara PT MNC Energy Investments Tbk (IATA)


Reporter: Muhammad Julian | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT MNC Energy Investments Tbk (IATA) makin gencar melakukan ekspansi. Perusahaan pun sedang memburu tambang baru.

Wakil Presiden Direktur IATA A. Wishnu Handoyo mengungkapkan, IATA bakal mencari tambang-tambang batubara di Kalimantan Timur maupun Kalimantan Tengah.

Sayangnya, dia tidak merinci, berapa anggaran yang disiapkan oleh perusahaan untuk mendanai rencana ekspansi tersebut.

“Tidak menutup kemungkinan juga di tambang lain, IATA juga bisa masuk ke tambang nikel dan lain-lain kalau ada prospek yang baik,” imbuh Wishnu di acara  acara Jasa Utama Capital Sekuritas (JUCS) Talk, Senin (26/9).

Baca Juga: MNC Energy Investments (IATA) Targetkan Produksi Batubara 10 Juta Ton di Tahun 2023

Akuisisi tambang batubara yang direncanakan, jika jadi direalisasi, bakal melengkapi portofolio konsesi tambang IATA. Saat ini, IATA memiliki konsesi atas sebanyak 8 Izin Usaha Pertambangan (IUP). Sebanyak 4 IUP di antaranya sudah dikembangkan, sedang pengembangan 4 IUP sisanya direncanakan menyusul.

Pada data yang dipaparkan dalam acara JUCS Talk (26/9), manajemen IATA bilang bahwa sumber daya batubara IATA mencapai 464 juta ton berdasarkan Komite Cadangan Mineral Indonesia (KCMI).

Sementara itu, jumlah potensi batubara IATA diklaim mencapai 1,1 miliar ton berdasarkan hasil eksplorasi awal perusahaan. Dus, saat tulisan ini dibuat, total akumulasi sumber daya dan potensi batubara IATA mencapai 1,59 miliar ton.

Belakangan, IATA memang tengah gencar mengungkit produksi. Executive Chairman MNC Group, Hary Tanoesoedibjo di acara yang sama mengatakan,  IATA mengincar angka produksi batubara sebanyak 6,3 juta ton di tahun 2022, naik dibanding realisasi produksi tahun 2021 yang sebesar 2,6 juta ton.

 

 

Jumlah tersebut direncanakan kembali naik pada tahun 2023 mendatang, dengan target produksi batubara 10 juta ton.

“Kalau coal itu tantangannya adalah bagaimana bisa memproduksi sebanyak-banyaknya secepat-cepatnya,” ujar Hary Tanoe memberi dalil peningkatan produksi (26/9).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.



TERBARU

[X]
×