kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.904.000   -43.000   -1,46%
  • USD/IDR 16.853   10,00   0,06%
  • IDX 8.212   -53,08   -0,64%
  • KOMPAS100 1.158   -9,98   -0,85%
  • LQ45 830   -9,73   -1,16%
  • ISSI 295   -1,25   -0,42%
  • IDX30 432   -3,95   -0,91%
  • IDXHIDIV20 516   -4,82   -0,92%
  • IDX80 129   -1,21   -0,93%
  • IDXV30 142   -0,67   -0,47%
  • IDXQ30 139   -1,75   -1,24%

IFBC 2026 Bidik Perluasan Jaringan Waralaba dan Bisnis Konsep Baru


Jumat, 13 Februari 2026 / 19:48 WIB
IFBC 2026 Bidik Perluasan Jaringan Waralaba dan Bisnis Konsep Baru
ILUSTRASI. IFBC 2026 Bidik Perluasan Jaringan Waralaba dan Bisnis Konsep Baru (Dok/IFBC)


Reporter: Leni Wandira | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Pameran Info Franchise & Business Concept Expo (IFBC) 2026 mulai digelar pada 13–15 Februari 2026 di Hall 1 Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD. Ajang ini menjadi kanal temu bisnis bagi pelaku usaha ritel, waralaba, dan investor yang membidik ekspansi usaha berbasis sistem siap pakai.

Ketua Asosiasi Franchise Indonesia, Anang Sukandar, menilai tema “Grow Beyond Boundaries” merefleksikan kebutuhan pelaku usaha untuk memperluas pasar, termasuk melalui penguatan produk jadi berorientasi ekspor. Menurut dia, model franchise tetap relevan karena menawarkan sistem bisnis yang sudah teruji sekaligus pendampingan bagi mitra usaha.

Wakil Gubernur Banten, Achmad Dimyati Natakusumah menyebut pameran waralaba memberi ruang bagi pelaku usaha pemula untuk masuk ke bisnis dengan risiko lebih terukur. Sistem yang sudah baku dinilai mempercepat proses belajar dan meminimalkan kegagalan usaha di tahap awal.

"Jadi kalau kita melihat franchise ide usaha yang disajikan secara tepat, karena sistemnya sudah bagus munculnya, belajar dari sistem yang sudah teruji dan terbukti bagus yang sudah dikenal dan otomatis kalau ada usaha ada bimbingan dan dukungan dari perusahaan itu sendiri dan otomatis berjalannya kalau tidak dari nol,” ujarnya.

Baca Juga: Investor Regional Bidik Pasar RI, Franchise Malaysia Manfaatkan IFW Perluas Jejaring

Sementara itu, Wakil Menteri Perdagangan, Dyah Roro Esti Widya Putri menekankan pentingnya optimalisasi pasar domestik sebagai basis pertumbuhan. Namun, ia juga mendorong agar merek lokal mampu menembus pasar global melalui standardisasi produk dan penguatan jejaring distribusi.

"Harapan kami adalah bahwa pasar domestik perlu kita garap karena kita juga merupakan negara dengan jumlah populasi yang sangat amat besar tetapi yang tidak kalah penting juga bagaimana dari lokal kita juga bisa go global,” jelasnya.

Pada pembukaan IFBC 2026, sejumlah merek memperoleh penghargaan kategori Franchise Excellence, antara lain Indomaret, Alfamart, Ayam Gepuk Pak Gembus, Apotek K-24, Depo Air Minum Biru, dan Es Teler 77. Penghargaan tersebut mencerminkan konsistensi ekspansi jaringan dan kesiapan model bisnis untuk direplikasi.

Baca Juga: Indonesia Pemain Kunci Industri Event Bisnis Asia di A20 dan IBEF 2025

Selain itu, kategori Most Favorite diraih Yummy Coin, Gemoy Coin, Tahu Go, dan Sekian Kopi. Sementara kategori Strategic Community diberikan kepada IWAPI, TDA Tangerang Raya, Rumah BUMN Jakarta, Sahabat UMKM, dan Entrepreneur Society. 

Untuk kategori Futurepreneur Campus, penghargaan diterima Universitas Parahyangan, Binus University, dan Universitas Prasetiya Mulya.

Melalui IFBC 2026, penyelenggara menargetkan terciptanya transaksi kemitraan baru antara pemilik merek dan calon mitra usaha, sekaligus memperkuat ekosistem bisnis berbasis waralaba dan konsep usaha di tengah dinamika ekonomi nasional.

Baca Juga: AFI Sebut Waralaba di Indonesia Masih Dikuasai Asing

Selanjutnya: Ini Respons AAUI Soal Adanya Rencana Konsolidasi Asuransi BUMN

Menarik Dibaca: 8 Makanan dan Minuman Sehari-Hari yang Terpapar Mikroplastik Paling Banyak

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! [Intensive Workshop] Excel for Business Reporting

[X]
×