Reporter: Vina Elvira | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Sinar Eka Selaras Tbk (ERAL) atau Erajaya Active Lifestyle tetap optimistis menatap kinerja bisnis ritel sepanjang 2026, meskipun tekanan ekonomi dan geopolitik global diperkirakan masih membayangi.
Direktur Utama Sinar Eka Selaras, Djohan Sutanto, menyampaikan bahwa perseroan menargetkan pertumbuhan penjualan yang tetap positif di tahun ini, dengan tetap mencermati perkembangan kondisi makroekonomi.
“Kami berharap di tahun 2026 masih akan tetap tumbuh positif dari sisi penjualan. Dan akan tetap memonitor keadaan makro ekonomi dan geopolitik,” ujar Djohan, kepada Kontan.co.id, pekan lalu.
Optimisme tersebut tercermin dari langkah ekspansi yang terus dilakukan perseroan. ERAL menilai sektor ritel masih memiliki peluang pertumbuhan, seiring adaptasi terhadap perubahan tren konsumsi masyarakat.
Tak hanya menambah jaringan gerai, ERAL juga menyiapkan strategi pengembangan portofolio merek dan produk agar tetap relevan dengan tren pasar.
Dari sisi produk, pembaruan akan terus dilakukan untuk menjaga daya tarik di mata konsumen.
Di sisi lain, untuk kanal penjualan, ERAL masih melihat ritel fisik sebagai kontributor utama pendapatan. Namun, penguatan kanal digital juga menjadi fokus penting di 2026.
Baca Juga: Ekspansi gerai, Erajaya Active Lifestyle (ERAL) buka toko ASICS pertama di Solo
“Bahkan ERAL akan meluncurkan kanal online untuk merek-merek baru di tahun 2026,” katanya.
Sejalan dengan strategi tersebut, ERAL bersama Erajaya Group terus mengembangkan pendekatan omnichannel untuk meningkatkan kenyamanan berbelanja konsumen. Harapannya, dapat memudahkan konsumen dalam berbelanja dari kanal online–offline maupun sebaliknya.
Memasuki kuartal I-2026, Manajemen ERAL berharap momentum Ramadan-Lebaran dapat menjadi pendorong utama penjualan perusahaan, khususnya di segmen fesyen.
Untuk mengoptimalkan peluang pada periode tersebut, ERAL telah menyiapkan berbagai strategi penjualan yang menyasar konsumen selama Ramadan hingga Lebaran.
Program tersebut dikombinasikan antara program harga, penawaran produk, dan aktivitas promosi lainnya.
Baca Juga: Erafone Rayakan HUT ke-29, Erajaya Digital Luncurkan Festival Belanja & Layanan Baru
ERAL belum merilis secara resmi laporan keuangan tahun buku 2025. Hingga September
ERAL masih berhasil mencapai kenaikan penjualan sebesar 25%, di tengah tantangan besar berupa penurunan daya beli masyarakat.
Jika dirinci, pendapatan ERAL mampu bertumbuh 25,11% menjadi Rp 4,29 triliun, dibandingkan Rp 3,43 triliun pada posisi yang sama tahun sebelumnya.
Namun, laba bersih Sinar Eka Selaras justru menyusut ke angka Rp 124,98 miliar, atau lebih rendah 20,55% dari laba bersih di periode yang sama 2024 yang sebesar Rp 157,32 miliar.
Hingga September 2025, ERAL telah merealisasikan penggunaan belanja modal atau capital expenditure (Capex) sebesar Rp 152,8 miliar, dengan fokus penggunaannya kepada penambahan gerai dan bisnis baru, seperti salah satunya Xpeng.
Baca Juga: Sinar Eka Selaras (ERAL) Pacu Penambahan Gerai Baru pada Sisa Tahun 2025
Selanjutnya: Paramount Gading Serpong Siapkan Area Komersial Premium Terbaru di Maggiore
Menarik Dibaca: Promo Paket Gokana Hebat Mulai Rp 99 Ribu, Makan Bertiga Jadi Lebih Hemat
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













