kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.613.000   -9.000   -0,34%
  • USD/IDR 18.096   61,00   0,34%
  • IDX 6.131   -55,20   -0,89%
  • KOMPAS100 800   -7,14   -0,88%
  • LQ45 608   -4,53   -0,74%
  • ISSI 212   -1,96   -0,92%
  • IDX30 342   -2,78   -0,81%
  • IDXHIDIV20 423   -3,94   -0,92%
  • IDX80 91   -0,74   -0,80%
  • IDXV30 116   -0,67   -0,57%
  • IDXQ30 110   -0,83   -0,75%

Moncer, Laba Timah (TINS) Naik 804,7% Jadi Rp 2,71 Triliun pada Semester I-2026


Rabu, 29 Juli 2026 / 06:14 WIB
Moncer, Laba Timah (TINS) Naik 804,7% Jadi Rp 2,71 Triliun pada Semester I-2026
ILUSTRASI. Timah (TINS) cetak laba bersih melejit 804% jadi Rp 2,71 triliun setelah pendapatan  melesat 147,26% menjadi Rp 10,41 triliun pada semester I-2026 (Dok/TINS)


Reporter: Ridwan Nanda Mulyana | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pendapatan dan laba bersih PT Timah (Persero) Tbk (TINS) kompak melonjak pada semester I-2026. Manajemen TINS bahkan mencatat bahwa perolehan laba bersih sudah melampaui target yang ditetapkan pada tahun 2026.

Merujuk laporan keuangan yang rilis di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Selasa (28/7/2026) malam, TINS meraih laba bersih senilai Rp 2,71 triliun sampai dengan Juni 2026. Keuntungan TINS melonjak 804,70% secara tahunan atau year on year (yoy).

Sebagai perbandingan, TINS membukukan laba periode berjalan yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp 300,06 miliar pada semester I-2025. Manajemen TINS mengungkapkan bahwa laba bersih pada semester I-2026 yang mencapai Rp 2,71 triliun melampaui target laba bersih tahun 2026 sebesar Rp 1,61 triliun atau setara dengan 169% dari target.

Baca Juga: INAPLAS: Bea Masuk 0% LPG Belum Mampu Dorong Investasi Petrokimia

Lonjakan laba bersih TINS sejalan dengan raihan pendapatan dari kontrak dengan pelanggan yang meningkat 147,26% (yoy) dari Rp 4,21 triliun menjadi Rp 10,41 triliun pada semester I-2026. Pada saat yang sama, kenaikan beban pokok pendapatan TINS terjaga di level 88,72% (yoy) dari Rp 3,37 triliun menjadi Rp 6,36 triliun.

Hasil ini mendongkrak laba bruto TINS sebanyak 379,9% (yoy) dari Rp 845,78 miliar menjadi Rp 4,05 triliun hingga Juni 2026. Setelah dikurangi beban umum dan administrasi serta beban penjualan, TINS mengantongi laba usaha senilai Rp 3,46 triliun. Laba usaha TINS pada paruh pertama 2026 melejit 810,9% dibanding raihan Rp 380,19 miliar pada periode yang sama tahun lalu.

Direktur Utama Timah Restu Widiyantoro mengungkapkan bahwa capaian positif kinerja keuangan TINS sejalan dengan peningkatan kinerja operasional yang signifikan sepanjang semester I-2026.

Produksi bijih timah mencapai 12.232 ton Sn, meningkat sekitar 75% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 6.997 ton Sn.

Peningkatan produksi didorong oleh optimalisasi produktivitas dan penambahan unit operasi pada sejumlah objek produksi, meliputi Kapal Isap Produksi (KIP), Ponton Isap Produksi (PIP), serta tambang darat kemitraan yang terdiri atas Tambang Kecil dan Tambang Ponton Isap Darat.

Kinerja operasional tersebut didukung oleh berbagai langkah optimalisasi yang dilakukan secara konsisten. Pada penambangan darat, TINS meningkatkan jumlah unit operasi serta memperkuat kegiatan eksplorasi melalui pelaksanaan bor pandu guna memastikan arah penggalian yang lebih presisi dan sesuai dengan blok Rencana Kerja yang telah ditetapkan.

 

Pada penambangan laut, TINS mengoptimalkan kinerja operasional KIP, mengoperasikan satu unit Kapal Keruk (KK) Singkep 1, meningkatkan produktivitas PIP,serta mengoptimalkan fasilitas Sisa Hasil Pengolahan (SHP) untuk meningkatkan efektivitas proses pengolahan.

Selain itu, kinerja produksi juga didukung oleh penguatan pengawasan dan pengamanan Wilayah Izin Usaha Pertambangan (WIUP) dan area produksi, termasuk dukungan Satuan Tugas (Satgas) Pemerintah Pusat dalam menjaga kondusivitas kegiatan operasional.

Sejalan dengan peningkatan produksi bijih timah, TINS membukukan produksi logam timah sepanjang semester I-2026 sebesar 10.865 metrik ton Sn, meningkat 58% dibandingkan 6.870 metrik ton Sn pada semester I-2025.

Penjualan logam timah mencapai 10.984 metrik ton, meningkat 85% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 5.933 metrik ton.

Peningkatan volume penjualan tersebut turut didukung oleh optimalisasi pengelolaan persediaan logam timah untuk memenuhi permintaan pasar. Sementara itu, harga jual rata-rata logam timah sepanjang semester I-2026 mencapai US$ 49.794 per metrik ton, meningkat 52% dibandingkan semester I-2025 sebesar US$ 32.816 per metrik ton, sejalan dengan masih kuatnya harga timah di pasar global.

Baca Juga: PHK Massal Mengancam, Apindo Catat 126.000 Pekerja Terdampak hingga Mei 2026

Pada semester I-2026, penjualan logam timah TINS masih didominasi oleh pasar ekspor yang berkontribusi sebesar 97% dari total penjualan, sedangkan pasar domestik sebesar 3%. Adapun enam negara tujuan ekspor utama meliputi China sebesar 36%, India 12%, Korea Selatan 11%, Singapura 6%, Belanda 5%, dan Italia 5%. 

“Kinerja Perseroan pada semester I-2026 menunjukkan bahwa strategi transformasi operasional dan bisnis yang dijalankan Perseroan mampu menghasilkan pertumbuhan yang berkualitas di tengah dinamika industri global. Peningkatan produktivitas, disiplin dalam pengelolaan biaya, serta optimalisasi operasi menjadi faktor utama yang mendorong pencapaian tersebut," ungkap Restu melalui keterbukaan informasi, Selasa (28/7/2026).

Strategi dan Prospek Semester II-2026

Restu optimistis TINS dapat mempertahankan momentum kinerja positif pada semester II-2026 seiring dengan prospek industri timah global yang masih didukung pertumbuhan permintaan dari sektor elektronik, semikonduktor, kendaraan listrik, pusat data, dan teknologi berbasis kecerdasan buatan. Guna mendukung pertumbuhan yang berkelanjutan, TINS telah menyiapkan sejumlah strategi.

Salah satu strateginya adalah secara konsisten melaksanakan kegiatan eksplorasi di darat maupun di laut guna memastikan keberlangsungan sumber daya dan cadangan mineral timah.

Hingga semester I-2026, TINS mencatat sumber daya timah sebesar 798.000 ton dan cadangan timah sebesar 312.000 ton sebagai fondasi keberlanjutan kegiatan operasional serta pengembangan usaha.

Baca Juga: Wisata Medis RI ke Korea Naik 75%, Sinarmas Land Hadirkan di Kawasan Ekonomi Banten

Restu menegaskan, TINS akan terus meningkatkan produktivitas, mengoptimalkan aset, meningkatkan efektivitas biaya, memperkuat tata kelola pertambangan, serta menerapkan praktik pertambangan yang baik dan berkelanjutan (good mining practices).

"Ke depan, Perseroan akan terus memperkuat fundamental usaha melalui kegiatan eksplorasi yang berkelanjutan, penguatan tata kelola pertambangan, serta peningkatan efisiensi operasional guna memastikan pertumbuhan yang berkelanjutan dan penciptaan nilai jangka panjang," tandas Restu.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Analisis Untukmu

Berita ini artinya apa buat kamu?



TERBARU

[X]
×