kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.863.000   45.000   1,60%
  • USD/IDR 17.144   14,00   0,08%
  • IDX 7.676   175,76   2,34%
  • KOMPAS100 1.063   25,24   2,43%
  • LQ45 764   17,96   2,41%
  • ISSI 277   5,37   1,98%
  • IDX30 406   7,07   1,77%
  • IDXHIDIV20 492   5,61   1,15%
  • IDX80 119   2,81   2,42%
  • IDXV30 137   1,27   0,94%
  • IDXQ30 130   1,67   1,30%

Mudik Lebaran 2026: Pengguna Mobil Listrik Melonjak 4 Kali Lipat, SPKLU Makin Ramai


Selasa, 14 April 2026 / 14:18 WIB
 Mudik Lebaran 2026: Pengguna Mobil Listrik Melonjak 4 Kali Lipat, SPKLU Makin Ramai
ILUSTRASI. Penggunaan mobil listrik saat mudik Lebaran 2026 naik 415%. Uniknya, PLN kini mendorong SPKLU dikelola swasta. Apa arti pergeseran ini bagi Anda? (KONTAN/Baihaki)


Sumber: Kompas.com | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT PLN (Persero) mengungkapkan bahwa penggunaan mobil listrik atau electric vehicle (EV) selama periode mudik Lebaran 2026 mengalami lonjakan signifikan.

Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo mengatakan, peningkatan jumlah pengguna tersebut tidak mengganggu kelancaran perjalanan pemudik.

Secara umum, arus mudik dengan kendaraan listrik tetap berjalan baik.

“Kami bisa menyampaikan, penggunaan mobil listrik terutama dalam masa mudik Lebaran itu meningkat drastis dan alhamdulillah mudik dengan mobil listrik berjalan dengan lancar,” katanya dalam rapat dengan Komisi XII DPR RI yang disiarkan daring, Senin (13/4/2026).

Ia menjelaskan, kelancaran tersebut menjadi catatan penting dalam pengembangan ekosistem kendaraan listrik nasional, khususnya dari sisi kesiapan infrastruktur SPKLU.

Catatan perseroan, pada periode arus mudik dan balik Lebaran 2026, tepatnya pada 23 Maret 2026, dengan jumlah transaksi mobil listrik mencapai 18.088 kali dan konsumsi energi sebesar 427.980 kilowatt-hour (kWh).

Baca Juga: Bidik Pasar Korporasi, Waterpro Kejar Pertumbuhan 30% di Kuartal II-2026

Kedua indikator tersebut meningkat 4,15 kali lipat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, yakni 4.360 transaksi dan 103.010 kWh.

Ke depan, jumlah SPKLU akan terus ditambah mengikuti peningkatan kebutuhan pengguna.

PLN juga membuka peluang lebih besar bagi pihak swasta untuk ikut mempercepat pembangunan infrastruktur pengisian daya.

Dari sisi bisnis, Darmo menilai SPKLU kini semakin prospektif.

Hal ini didorong oleh tarif yang kian kompetitif serta tingkat utilisasi yang meningkat.

Bahkan di sejumlah lokasi, antrean pengguna mulai terlihat.

“Jadi kalau dulu membangun kemudian tidak laku, tapi sekarang membangun laku dan ada untungnya,” kata Darmawan.

Saat ini, PLN telah menggandeng berbagai mitra untuk memperluas jaringan SPKLU.

Infrastruktur pengisian daya tersebut banyak dibangun di titik strategis, mulai dari kawasan perkantoran, perbankan, rumah sakit, pusat perbelanjaan, hingga area parkir fasilitas publik.

Tak hanya itu, PLN juga mengembangkan sistem digital melalui Electric Vehicle Digital System (EVDS). Platform ini memungkinkan pengguna mencari lokasi SPKLU sekaligus memantau antrean secara real time.

Baca Juga: Shell Indonesia Ungkap Alasan Stok BBM Masih Kosong

“Sehingga kalau antreannya panjang mereka bisa ke next rest area dan kemudian antreannya bisa dioptimalkan,” jelasnya.

Darmawan menambahkan, dua periode mudik Lebaran yang berlangsung lancar menjadi sinyal positif bagi percepatan adopsi kendaraan listrik di Indonesia.

Menariknya, komposisi kepemilikan SPKLU kini mulai bergeser.

Jika sebelumnya didominasi PLN, saat ini lebih dari 50 persen SPKLU telah dikelola oleh swasta.

“Ke depan, PLN akan lebih fokus pada bisnis inti seperti pembangkitan, transmisi, dan distribusi listrik. Sementara pengembangan SPKLU didorong menjadi ranah swasta, dengan PLN tetap memberikan dukungan dari sisi infrastruktur kelistrikan,” tutup dia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Effective Warehouse Management

[X]
×