kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.625.000   -5.000   -0,19%
  • USD/IDR 17.963   50,00   0,28%
  • IDX 5.695   51,92   0,92%
  • KOMPAS100 735   7,36   1,01%
  • LQ45 557   3,64   0,66%
  • ISSI 198   1,89   0,96%
  • IDX30 316   1,31   0,42%
  • IDXHIDIV20 389   -0,57   -0,15%
  • IDX80 83   0,64   0,78%
  • IDXV30 106   -0,46   -0,43%
  • IDXQ30 102   0,12   0,12%

Multifinance genjot pembiayaan mobkas tahun depan.


Rabu, 08 Desember 2010 / 10:23 WIB
ILUSTRASI. Jalan tol Jombang-Mojokerto


Reporter: Ario Fajar | Editor: Dupla Kartini

JAKARTA. Bisnis pembiayaan mobil bekas (mobkas) tahun depan bakal semakin bergairah.

Pasalnya, permintaan kendaraan bermotor baru diperkirakan akan menurun seiring dengan rencana pengenaan pajak progresif yang berlaku mulai Januari 2011. Ditambah, adanya wacana pembatasan bahan bakar bersubsidi yang akan membuat masyarakat beralih membeli mobil bekas ketimbang mobil baru.

Ketua Gaikindo Sudirman Maman Rusdi meramalkan, tahun depan industri otomotif hanya akan tumbuh sekitar 5%. Kondisi ini akan membuat sebagian orang beralih memilih mobil bekas.

"Ini dikarenakan pilihannya banyak serta kendaraan roda empat keluaran tahun 2010 akan menjadi mobil bekas di tahun 2011," katanya kepada KONTAN (7/12).

Direktur Utama PT Sinar Mitra Sepadan Finance (SMS Finance) Rudyanto Somawihardja menyebut pasar mobil bekas akan semakin cerah karena sudah memiliki segmen tersendiri. Lagi pula ketertarikan masyarakat untuk memiliki mobil bekas masih cukup tinggi .

”Kami memang memfokuskan pembiayaan mobil bekas dari pada mobil baru, karena ketahanan pasar yang kuat terhadap guncangan ekonomi,” ujarnya.

Maka, tahun depan, SMS Finance menargetkan pembiayaan baru (booking) sebesar Rp 5 triliun atau naik 42,85% dari tahun ini yang diperkirakan mencapai Rp 3,5 triliun. Per 30 November total pembiayaan sudah Rp 3,4 triliun.

Tahun lalu booking hanya Rp 1,8 triliun. Dari jumlah tersebut, 95% difokuskan untuk mobkas, sisanya pembiayaan mobil baru.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×