Reporter: Dina Mirayanti Hutauruk | Editor: Dina Hutauruk
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Murino Group siap memperluas bisnisnya di Bali. Hal itu ditandai dengan diresmikannya Murino Gallery di Berawa pada 31 Juli 2026. Kantor baru ini menjadi langkah perusahaan untuk memperkuat layanan kepada investor sekaligus menangkap peluang pertumbuhan properti premium dan hospitality di Pulau Dewa itu.
Peresmian Murino Gallery dilakukan di tengah prospek positif sektor properti Bali yang didorong oleh tingginya kunjungan wisatawan, investasi, serta permintaan hunian dan properti hospitality.
Optimisme pasar turut didukung oleh pembangunan infrastruktur di kawasan Badung dan Canggu, seperti rencana Water Taxi yang menghubungkan Bandara I Gusti Ngurah Rai–Canggu dan pembangunan jalan sepanjang 15,6 kilometer di Badung.
CEO Murino Group Efrat Tio mengatakan Murino Gallery tidak hanya menjadi kantor operasional, tetapi juga pusat konsultasi investasi (experience center) bagi investor untuk memperoleh informasi mengenai proyek-proyek Murino Group.
Baca Juga: Ciputra Group Bangun Beach Club Premium di Ciputra Beach Resort Bali
“Berawa dipilih karena merupakan salah satu pusat pertumbuhan properti, hospitality, dan gaya hidup di Bali, dengan dukungan peningkatan konektivitas,” kata Efrat dalam keterangannya, Jumat (7/8/2026).
Murino Gallery juga menjadi bagian dari strategi pemasaran proyek unggulan The Ease Canggu, yang mengusung konsep wellness living dengan perpaduan hunian, investasi, dan layanan hospitality.
Menurut Efrat, proyek The Ease Canggu mendapat respons positif dari pasar domestik maupun internasional, dengan show unit yang telah dibuka untuk umum. Ke depan, fasilitas tersebut juga akan menjadi pusat peluncuran proyek-proyek baru Murino Group di Bali.
Optimisme Murino Group sejalan dengan pertumbuhan pasar properti Bali. Jumlah wisatawan mancanegara ke Bali pada 2025 mencapai sekitar 6,95 juta orang, naik 9,72% dibandingkan tahun sebelumnya, sehingga turut mendorong permintaan properti investasi dan akomodasi.
Baca Juga: Survei BI: Kenaikan Harga Bahan Bangunan Jadi Penghambat Penjualan Properti
Di kawasan premium seperti Canggu, Berawa, Seminyak, dan Uluwatu, tingkat okupansi vila berada di kisaran 70–85%. Harga tanah di sejumlah lokasi strategis juga meningkat sekitar 15–30% dalam dua tahun terakhir, sementara properti premium mencatat apresiasi sekitar 7–15% per tahun dengan potensi gross rental yield vila profesional mencapai 8–15%.
Menurut Efrat, pengembangan infrastruktur seperti Water Taxi dan jaringan jalan baru di Badung akan menjadi katalis pertumbuhan kawasan Canggu dan Berawa dengan meningkatkan konektivitas serta daya tarik investasi properti dan hospitality.
Ia menilai investor kini semakin selektif dan mencari proyek dengan legalitas kuat, kualitas pembangunan, pengelolaan profesional, serta konsep berkelanjutan. “Masa depan properti Bali akan mengarah pada proyek yang menggabungkan desain, pengalaman tinggal, hospitality, keberlanjutan, dan nilai investasi dalam satu ekosistem,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













![[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_22072614202900.jpg)
