Reporter: Dina Mirayanti Hutauruk | Editor: Dina Hutauruk
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Linktown resmi membuka kantor cabang ke-8 di Semarang, Jawa Tengah, pada 22 Mei 2026. Langkah ini merupakan bagian dari ekspansi memperkuat pasar properti di kawasan Joglosemar (Jogja-Solo-Semarang) yang dinilai memiliki pertumbuhan sangat potensial.
Co-Founder Linktown, Abel Andy Kurniajaya, menyebut ekspansi ini didorong tingginya permintaan properti serta dukungan infrastruktur Semarang yang berkembang pesat. Sebelumnya, Linktown telah beroperasi di Bekasi, BSD, Kota Wisata, Surabaya, Bandung, Bali, dan By Walk.
“Semarang merupakan salah satu kota dengan perkembangan yang pesat, ditunjang oleh infrastruktur lengkap mulai dari pelabuhan, bandara, hingga jaringan jalan tol yang terintegrasi di Pulau Jawa. Kami melihat potensi besar untuk pertumbuhan transaksi properti di wilayah ini,” ujar Abel dalam keterangannya, Kamis (28/5/2026).
Sebelum hadir secara fisik, Linktown telah beroperasi online sejak 2025 dan mencatat transaksi Rp28,5 miliar dari 18 transaksi pada layanan take over pinjaman dan KPR. Kehadiran kantor baru ini diharapkan memperkuat penjualan properti primer dan sekunder di wilayah tersebut.
Baca Juga: Penjualan Rumah Lesu, Pengamat Ingatkan Risiko Overpay Properti
Dari sisi makroekonomi, Co-Founder Linktown Deryan Nataniel menilai Semarang memiliki pasar properti yang kuat, didukung pertumbuhan ekonomi 6,49% pada 2025, aktivitas ekonomi tinggi, dan pertumbuhan developer lokal.
Linktown akan mengandalkan strategi digital marketing untuk memperluas pasar di Semarang, Solo, dan Yogyakarta. Jumlah agen di Semarang juga meningkat dari kurang dari lima orang menjadi lebih dari 20 agen.
VP Linktown Solution Jonathan Wijaya mengatakan, kantor Semarang akan menjadi hub operasional untuk akuisisi proyek, rekrutmen agen, penjualan properti, dan pengembangan database buyer di Jawa Tengah.
Secara nasional, Linktown menargetkan penjualan Rp3,5 triliun pada 2026. Kawasan Joglosemar ditargetkan menyumbang 5%–10% pendapatan nasional, dengan potensi penjualan Rp300 miliar–Rp500 miliar per tahun.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













