kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.595.000   15.000   0,58%
  • USD/IDR 17.912   -76,00   -0,42%
  • IDX 6.071   -50,56   -0,83%
  • KOMPAS100 785   -8,35   -1,05%
  • LQ45 601   -6,98   -1,15%
  • ISSI 211   -1,12   -0,53%
  • IDX30 333   -4,43   -1,31%
  • IDXHIDIV20 424   -2,18   -0,51%
  • IDX80 90   -0,99   -1,09%
  • IDXV30 115   -0,39   -0,33%
  • IDXQ30 109   -0,96   -0,88%

Nadiem Makarim bungkam soal ekspansi Go-Jek ke regional


Kamis, 05 April 2018 / 15:44 WIB
CEO Go-Jek Nadiem Makarim (kanan) saat Indonesia Summit 2018


Reporter: Maizal Walfajri, Maizal Walfajri | Editor: Sanny Cicilia

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Beredar informasi bahwa Go-Jek siap ekspansi ke kawasan Asia Tenggara seperti Thailand, Filipina, dan Vietnam.

Namun, ketika Kontan.co.id melakukan konfirmasi, CEO Go-Jek Nadiem Makarim enggan memberikan komentar. "No comment," ujar Nadiem usai acara Indonesia Summit 2018 pada Kamis (5/4) di Jakarta.

Menariknya pada diskusi panel dengan tema Indonesia's Innovation Imperative -Assessing the Opportunity, Nadiem bilang bila Go-Jek tidak berdiri di Indonesia, maka Go-Jek tidak akan sebesar saat ini.

Nadiem mengaku, perusahaan berbasis teknologi yang berdiri di negara demokrasi dapat bertahan lantaran mendapat penilaian publik. Lantaran mampu menciptakan kesempatan kerja yang luas.

"Di negara lain yang bukan negara demokrasi mungkin risikonya lebih besar, karena peranan pemerintah sangat dominan. Tidak ada perusahaan teknologi yang mati oleh peraturan pemerintah, bandingkan dengan yang ada di Tiongkok," tegas Nadiem.

Nadiem melihat investasi yang masuk ke sektor yang tidak terlalu banyak diatur oleh pemerintah sangat tinggi. Berbeda dengan yang dilakukan oleh pemerintah San Frasisco, Amerika Serikat.

"Kalau di San Fransisco mungkin GoJek tidak akan sebesar sekarang. Mungkin hanya bertahan dalam enam bulan," tutup Nadiem.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×