kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.764.000   -5.000   -0,18%
  • USD/IDR 17.680   99,00   0,56%
  • IDX 6.599   -124,08   -1,85%
  • KOMPAS100 874   -18,96   -2,12%
  • LQ45 651   -6,79   -1,03%
  • ISSI 238   -4,84   -1,99%
  • IDX30 369   -2,15   -0,58%
  • IDXHIDIV20 456   0,25   0,05%
  • IDX80 100   -1,80   -1,77%
  • IDXV30 128   -1,20   -0,93%
  • IDXQ30 119   -0,20   -0,17%

Nasib 40.000 Pekerja Terancam, IMA Tak Dukung Penyetopan Ekspor Konsentrat Tembaga


Kamis, 12 Januari 2023 / 20:56 WIB
ILUSTRASI. Presiden Joko Widodo pada acara Groundbreaking Pembangunan Smelter PT. Freeport Indonesia beserta fasilitasnya di KEK Gresik, Jawa Timur, Selasa (12/10).


Reporter: Azis Husaini | Editor: Azis Husaini

KONTAN.CO.ID -JAKARTA. Indonesian Mining Association menegaskan bahwa pihaknya tetap menghormati kebijakan pemerintah soal rencana penyetopan ekspor konsentrat tembaga pada pertengahan tahun 2023.

Namun demikian, saat ini PT Freeport Indonesia dan PT Amman Mioneral Nusa Tenggara sedang menyelesaikan proyek smelter yang baru selesai Desember 2024 mendatang.

Ketua Indonesian Mining Association Rachmat Makkasau mengatakan, bahwa smelter tembaga PT Freeport Indonesia dan PT Amman Mineral Nusa Tenggara akan beroperasi pada Desember 2024.

"Keterlambatan pembangunan sebagai imbas dari pandemi Covid 19 dan krisis energy di Eropa," kata dia ke Kontan.co.id, Kamis (12/1).

Seperti yg diketahui kedua perusahaan sedang membangun Smelter Tembaga, Project Smelter Freeport di gresik dan Amman Mineral di Pulau Sumbawa.

Terkait rencana larangan eksport konsentrat tembaga oleh Pemerintah, Rachmat yakin bahwa pemerintah akan memastikan keberlangsungan usaha tambang tembaga guna menjaga kelancaran pembangunan smelter itu.

"Saat ini operasi pertambangan PT Freeport Indonesia memperkerjakan sekitar lebih dari 30.000 karyawan dan Amman Mineral sekitar 10.000 karyawan, ujar dia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×