kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.723.000   -27.000   -0,98%
  • USD/IDR 17.771   30,00   0,17%
  • IDX 6.522   116,06   1,81%
  • KOMPAS100 849   15,70   1,88%
  • LQ45 641   8,52   1,35%
  • ISSI 230   4,91   2,18%
  • IDX30 358   4,21   1,19%
  • IDXHIDIV20 437   4,93   1,14%
  • IDX80 97   1,66   1,75%
  • IDXV30 122   1,89   1,57%
  • IDXQ30 114   1,08   0,96%

Nataru, pertumbuhan permintaan kamar hotel belum merata


Selasa, 24 Desember 2019 / 13:50 WIB
ILUSTRASI. Hotel Kuta Paradiso Bali


Reporter: Sugeng Adji Soenarso | Editor: Azis Husaini

KONTAN.CO.ID -JAKARTA. Pertumbuhan permintaan kamar hotel belum merata secara nasional. Hal tersebut lantaran hanya mengandalkan pelancong yang menggunakan akses darat saja.

Wakil Ketua Umum Bidang Organisasi Perhimputan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), Maulana Yusran menyebutkan beberapa lokasi seperti di Timur Jawa dan Sumatera sudah mulai merasakan permintaan kamar hotel. "Okupansi sudah tumbuh 10%-15%," ujarnya kepada kontan.co.id, Senin (23/12).

Baca Juga: Rights issue Majapahit Inti Corpora (AKSI) mendapat restu pemegang saham

Lebih lanjut, ia bilang pertumbuhan tersebut karena didorong infrastruktur darat yang semakin memadai.

Sayangnya, untuk daerah-daerah yang jauh ia menilai belum merasakan pertumbuhan permintaan kamar dari periode natal dan tahun baru (nataru) lantaran masih mahalnya tiket maskapai. "Jadi memang pertumbuhannya belum merata," lanjutnya.

Lagi-lagi, ia membandingkan bahwa dengan harga tiket maskapai yang belum kompetitif itu masyarakat lebih memilih melancong ke luar negeri. Adapun tren tahun lalu demikian adanya. "Jadi, nataru tahun ini kami proyeksikan akan sama dengan tahun lalu," tutupnya.

Baca Juga: Jelang Natal dan tahun baru, BPOM temukan 81.138 produk pangan kedaluwarsa

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×