CLOSE [X]
kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.600.000   -25.000   -0,95%
  • USD/IDR 17.638   72,00   0,41%
  • IDX 6.491   -98,43   -1,49%
  • KOMPAS100 854   -12,54   -1,45%
  • LQ45 647   -9,36   -1,43%
  • ISSI 226   -4,13   -1,80%
  • IDX30 359   -5,35   -1,47%
  • IDXHIDIV20 447   -5,12   -1,13%
  • IDX80 97   -1,44   -1,46%
  • IDXV30 125   -1,42   -1,12%
  • IDXQ30 115   -1,71   -1,46%

NexAI Bidik Rp 2,54 Triliun dari Rights Issue Guna Kembangkan AI Data Center


Jumat, 11 September 2026 / 11:53 WIB
NexAI Bidik Rp 2,54 Triliun dari Rights Issue Guna Kembangkan AI Data Center
ILUSTRASI. Logo PT NexAI Digital Infrastruktur Tbk (MGLV) (NexAI/dok)


Reporter: Vina Elvira | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT NexAI Digital Infrastruktur Tbk (MGLV) mengumumkan harga pelaksanaan dan rasio Penambahan Modal dengan Memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) atau rights issue, menyusul persetujuan pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPS-LB) pada 7 September 2026. 

Dalam aksi korporasi ini, Perseroan akan menerbitkan maksimal 285.732.512 saham biasa baru, dan menargetkan Rp 2,54 triliun untuk mengembangkan layanan pusat data kecerdasan buatan (artificial intelligence data center).

Manajemen menetapkan harga pelaksanaan sebesar Rp 8.880, dengan rasio setiap 100 saham lama berhak atas 15 Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD).

Baca Juga: Ekspansi Bisnis Kabel AI Data Center Panduit di Tengah Gejolak Ekonomi dan Politik

PT Nextier Datamate Center (NDC) selaku pemegang saham utama Perseroan akan melaksanakan seluruh HMETD yang menjadi haknya senilai Rp 1,65 triliun. 

Presiden Direktur NexAI Ahmad Zulfikar mengatakan dana yang dihimpun melalui rights issue akan langsung mendukung pembangunan AI data center yang dirancang untuk standar tier III, sejalan dengan arah bisnis baru yang telah disetujui pemegang saham.

“Ini adalah langkah konkret bagi kami untuk merealisasikan visi transformasi perseroan. Data center kami dirancang untuk mendukung kebutuhan hosting chip AI dengan teknologi terbaru yang tersedia di industri saat ini,” ungkap Ahmad, dalam keterangannya, Jumat (11/9/2026).

Sesuai dengan prospektus singkat yang telah diterbitkan, NexAI berencana memanfaatkan dana rights issue sebagai suntikan modal kepada dua anak usahanya PT Nextier Askara Center (NAC) dan PT Nextier GenAi Center (NGC).

Kedua perusahaan akan mengembangkan AI data center yang memiliki kapasitas 102 Megawatt (MW). 

 

Baca Juga: MGLV Akuisisi NAC dan NGC, Fokus Bisnis Bergeser ke AI Data Center

NAC, yang telah mengoperasikan data center sebesar 6MW, sedang memperbesar kapasitas tambahan sebesar 36MW di Jababeka, Jawa Barat.

Sementara, NGC sedang membangun AI Data Center dengan kapasitas  60MW di Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB), Jawa Tengah.

“Selain untuk pengembangan AI data center, dana dari rights issue juga akan dimanfaatkan untuk pengambilalihan piutang NDC dari NAC dan NGC, sebagai bagian dari penguatan struktur modal usaha untuk mendukung implementasi strategi baru Perseroan,” ucapnya. 

Pemegang saham lama yang tidak melaksanakan haknya akan mengalami dilusi maksimum 13,04%. HMETD akan diberikan kepada pemegang saham yang namanya tercantum pada daftar pemegang saham per 3 November 2026 (indikasi jadwal).

Baca Juga: Kantongi Restu RUPS, NexAI (MGLV) Resmi Masuki Bisnis AI Data Center

Periode pelaksanaan HMETD dilakukan pada 5 November 2026 - 18 November 2026 (indikasi jadwal).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×