kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.773.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.739   71,00   0,40%
  • IDX 6.162   67,10   1,10%
  • KOMPAS100 813   8,13   1,01%
  • LQ45 620   4,04   0,66%
  • ISSI 218   3,97   1,85%
  • IDX30 355   2,58   0,73%
  • IDXHIDIV20 437   -1,89   -0,43%
  • IDX80 94   1,08   1,17%
  • IDXV30 121   0,41   0,34%
  • IDXQ30 115   -0,63   -0,54%

Nilai Ekspor Indonesia Capai US$ 22,17 Miliar pada Februari 2026


Rabu, 08 April 2026 / 11:23 WIB
Nilai Ekspor Indonesia Capai US$ 22,17 Miliar pada Februari 2026
ILUSTRASI. Ekspor CPO Januari 2026 meningkat (ANTARA FOTO/Angga Palguna)


Reporter: Chelsea Anastasia | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kementerian Perdagangan (Kemendag) mencatatkan kinerja ekspor yang moderat pada Februari 2026.

Menteri Perdagangan Budi Santoso menjelaskan, nilai ekspor Indonesia pada Februari 2026 sebesar US$ 22,17 miliar, tumbuh tipis 0,05% secara bulanan dari Januari 2026. Secara tahunan, ekspor hanya meningkat 1,01% dibanding Februari tahun lalu.

Pertumbuhan ini didorong ekspor nonmigas yang naik 1,30% di tengah penurunan ekspor migas sebesar 4,25% secara tahunan. 

Baca Juga: Konten Kreatif Jadi Sumber Penghasilan Baru Bagi Affiliator di Ekosistem E-Commerce

Adapun secara kumulatif, pada Januari–Februari 2026, total ekspor mencapai US$ 44,32 miliar atau tumbuh 2,19% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. 

Kinerja tersebut ditopang ekspor nonmigas yang meningkat 2,82% menjadi US$ 42,35 miliar, sementara ekspor migas turun 9,75% ke level US$ 1,97 miliar.

Sepanjang Januari–Februari 2026, struktur ekspor Indonesia secara kumulatif masih didominasi sektor industri pengolahan dengan kontribusi 83,61% terhadap total ekspor. Sementara itu, sektor pertambangan dan lainnya menyumbang 10,08%, sektor migas 4,45%, serta pertanian 1,86%.

Pertumbuhan ekspor nonmigas pada Januari–Februari 2026 didorong ekspor sektor industri pengolahan yang meningkat sebesar 6,69% dari periode yang sama tahun sebelumnya. Sebaliknya, ekspor sektor pertanian turun 25,99% serta sektor pertambangan dan lainnya turun 16,34%.

Di sisi lain, komoditas nonmigas yang mencatatkan pertumbuhan ekspor tertinggi, di antaranya timah dan barang daripadanya (HS 80) yang melonjak 89,01%, nikel dan barang daripadanya (HS 75) naik 55,97%, serta lemak dan minyak hewani atau nabati (HS 15) yang tumbuh 28,79%.

Budi mengatakan, peningkatan ekspor sejumlah komoditas utama tidak terlepas dari faktor harga di pasar global.  “Harga timah tercatat melonjak 59,87% dan nikel naik 13,88% selama Januari–Februari 2026. Peningkatan harga ini mendorong kenaikan nilai ekspor kedua komoditas tersebut,” terangnya dalam keterangan resmi, dikutip Rabu (8/4/2026).

Sementara itu, peningkatan ekspor lemak dan minyak hewani atau nabati, kata Budi, lebih didorong oleh permintaan global. Di tengah penurunan harga minyak kelapa sawit sebesar 4,27% dari periode yang sama tahun lalu, volume ekspornya justru meningkat signifikan sebesar 34,46%.

Berdasarkan pasar ekspornya, China, Amerika Serikat (AS), dan India masih menjadi tujuan utama ekspor nonmigas Indonesia dengan total nilai mencapai US$ 18,57 miliar atau 43,85% dari total ekspor nonmigas nasional.

Namun demikian, pertumbuhan ekspor tertinggi justru terjadi di pasar nontradisional. Uni Emirat Arab mencatatkan kenaikan sebesar 68,62%, diikuti Spanyol 54,63%, dan Mesir 38,77%. Secara kawasannya, ekspor ke Asia Tengah lainnya yang meliputi Uzbekistan, Tajikistan, dan Turkmenistan melonjak paling tinggi hingga 146,11%, disusul Kawasan Karibia sebesar 22,26%, dan Afrika Utara 22,14%.

Baca Juga: ALFI: Perlu Kajian Mendalam soal Kebijakan Baru di Pelabuhan Tanjung Priok

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Apa dampak bagi saya, jika saya...

Video Terkait



TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×