kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.900.000   50.000   1,75%
  • USD/IDR 17.028   -111,00   -0,65%
  • IDX 7.207   236,13   3,39%
  • KOMPAS100 996   38,18   3,99%
  • LQ45 727   25,46   3,63%
  • ISSI 257   7,51   3,01%
  • IDX30 396   13,68   3,58%
  • IDXHIDIV20 484   12,04   2,55%
  • IDX80 112   4,06   3,76%
  • IDXV30 133   2,45   1,88%
  • IDXQ30 128   3,80   3,06%

Konten Kreatif Jadi Sumber Penghasilan Baru Bagi Affiliator di Ekosistem E-Commerce


Rabu, 08 April 2026 / 11:00 WIB
Konten Kreatif Jadi Sumber Penghasilan Baru Bagi Affiliator di Ekosistem E-Commerce
ILUSTRASI. Kontan - Dok/Istimewa (Dok. Istimewa/Istimewa)


Reporter: Tim KONTAN | Editor: Ridwal Prima Gozal

KONTAN.CO.ID - Lajunya pertumbuhan e-commerce membuka peluang bagi profesi baru, yakni affiliator. Para kreator konten ini dengan berbagai kreativitasnya tidak hanya mendatangkan cuan pribadi, tetapi juga mendorong pengembangan UMKM karena membantu meningkatkan penjualan produk mereka di platform e-commerce.

Peneliti Pusat Ekonomi Digital dan UMKM Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), Fadhilla Maulida, mengungkapkan bahwa konten video yang dihasilkan oleh para kreator bukan sekadar materi pemasaran, melainkan alat edukasi yang merinci kualitas produk UMKM. Rekomendasi personal dari affiliator terbukti ampuh dalam membangun keyakinan konsumen sebelum melakukan transaksi.

Content creator menjawab juga kebingungan dari konsumen. Kadang kan di platform (e-commerce) itu barangnya tuh kan banyak ya. Kalau misalkan kita searching satu kata kunci aja itu pasti yang muncul tuh banyak. Tapi ketika adanya content creator atau affiliator itu kan langsung dikerucutkan dan kemudian simpel karena misalkan kita bikin konten ada link nih gitu kan. Nah link itu langsung diklik langsung ke barang tersebut. Jadi itu mempercepat transaksi juga,” jelas Dilla.

Dia menambahkan pekerjaan sebagai affiliate kini juga semakin digemari oleh berbagai kalangan masyarakat. Sistem kerja yang fleksibel dan potensi penghasilan yang menjanjikan menjadi daya tarik utama dari profesi ini.

“Dalam ekonomi digital itu kan sebenarnya mempermudah ya barrier to entry-nya tuh diturunkan. Sekarang tuh semua orang bisa menjadi content creator. Asalkan dia pede, terus dia punya konsep nih bagaimana dia membuat konten tersebut, terus dia punya handphone dan punya sinyal, di-upload (kontennya) sudah selesai kan. Jadi barrier to entry-nya tuh sangat berkurang banget dibanding pekerjaan konvensional,” tambah Dhilla.

Senada dengan hal tersebut, Head of Corporate Affairs Shopee Indonesia, Satrya Pinandita menekankan konten affiliate telah menjadi akselerator pertumbuhan penjualan produk-produk lokal dari UMKM.

“Nah, kalau dari data di tahun 2025 itu kita lihat ada pertumbuhan lebih dari 50% penjualan produk lokal. Ini berasal dari Shopee video dan juga Shopee Live yang di baliknya itu pastinya ada teman-teman affiliator gitu. Jadi peran affiliator dalam meningkatkan pertumbuhan penjualan produk lokal di platform Shopee itu sangat besar sekali,” papar Satrya.

Satrya menambahkan pengusaha UMKM dan affiliator telah menjalin mutualisme di ekosistem digital, di mana penjual mendapatkan eksposur toko yang masif, sementara affiliator memperoleh apresiasi berupa komisi.

“Jadi di dalam platform (Shope) ada semacam matchmaking gitu. Jadi para penjual ini bisa ketemu sama affiliator yang cocok buat mereka dan affiliator ini juga bisa ketemu penjual yang cocok buat mereka gitu. Jadi dipilih berdasarkan interest-nya mereka aja. Misalnya tertariknya di fashion ya sudah nanti akan ditemukan dengan para penjual fashion. Nanti mungkin ada affiliator lain yang lebih otomotif gitu ya, eh review mobil, motor ataupun glove. Nah, itu akan ditemukan dengan penjual yang menjual produk seperti itu juga gitu,” ulas Satrya.

Sementara itu, Susi Esme, seorang Shopee Affiliate, menegaskan bahwa kepercayaan followers adalah aset yang paling berharga. Untuk mempertahankan kredibilitas, wanita berusia 41 tahun ini menerapkan kurasi ketat terhadap setiap produk yang ia ulas.

“Jadi ya memang karena kalau jadi affiliate yang paling penting dijaga itu kepercayaan ternyata ya. Kalau saya pribadi karena kalau saya di affiliate fashion, jadi memang hanya merekomendasikan produk-produk yang menurut saya secara pribadi kualitasnya bagus. Jadi saya pakai dulu, saya cobain dulu. Jadi memang benar-benar mengusahakan kita itu hanya review produk-produk yang memang kita juga ngerasa yakin produk ini bagus secara kualitasnya gitu. Walaupun (produk) hits sekalipun kalau memang kurang meyakinkan dari segi kualitas menurut saya pribadi saya tidak akan merekomendasikan,” ungkap Susi.

Berkat peran affiliator, promosi produk lokal menjadi lebih efektif dan menarik. Affiliator, UMKM, dan e-commerce menjalin hubungan mutualisme yang saling menguntungkan: meningkatkan penjualan produk lokal sekaligus menciptakan sumber penghasilan baru bagi masyarakat.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU

[X]
×