kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.827.000   -10.000   -0,35%
  • USD/IDR 17.049   32,00   0,19%
  • IDX 7.048   -43,45   -0,61%
  • KOMPAS100 972   -4,90   -0,50%
  • LQ45 716   -1,68   -0,23%
  • ISSI 251   -1,25   -0,50%
  • IDX30 389   -0,10   -0,03%
  • IDXHIDIV20 487   -1,85   -0,38%
  • IDX80 110   -0,59   -0,54%
  • IDXV30 135   -0,95   -0,70%
  • IDXQ30 127   0,03   0,02%

Nilai tukar jeblok, otomotif kian terperosok


Kamis, 05 Maret 2015 / 15:44 WIB
ILUSTRASI. Gejala rematik.


Reporter: Benediktus Krisna Yogatama | Editor: Hendra Gunawan

JAKARTA. Terus melemahnya nilai tukar rupiah yang hari ini tembus diatas Rp 13.000 terhadap dollar membuat industri otomotif harus berhitung ulang. Pasalnya, banyak komponen yang masih berasal dari impor.

Ketua Umum Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) Sudirman Maman Rusdi, mengatakan saat ini pihaknya tengah mengkaji seberapa besar dampaknya. Namun logikanya, beban biaya produksi produsen otomotif akan meningkat.

"Memang akan berdampak, terutama ke komponen yang impor," ujar Sudirman pada Kamis (5/3).

Menurutnya, saat ini masih banyak mobil yang sangat bergantung pada komponen impor. Namun untuk mobil jenis Multi Purpose Vehicles (MPV), komponen impornya hanya sekitar 20% alias sebagian besar sudah menggunakan kandungan dalam negerinya. Begitu pun dengan jenis Sport Utility Vehicles (SUV) yang rata-rata kandungan lokalnya sudah mencapai 80%.

Maka, di luar varian-varian tersebut, komponennya masih mengandalkan impor.

Yang jelas, melemahnya nilai tukar ini bakal membuat penjualan industri otomotif makin merosot, terutama jika produsen menaikkan harga jual produknya. Pada Februari kemarin saja, penjualan mobil diperkirakan turun 5-6% dari Januari yang sekitar 90.000 unit.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Effective Warehouse Management

[X]
×