kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.837.000   27.000   0,96%
  • USD/IDR 16.991   62,00   0,37%
  • IDX 7.097   -67,03   -0,94%
  • KOMPAS100 977   -12,33   -1,25%
  • LQ45 719   -12,76   -1,74%
  • ISSI 250   -1,82   -0,73%
  • IDX30 391   -7,50   -1,88%
  • IDXHIDIV20 489   -9,60   -1,93%
  • IDX80 110   -1,54   -1,38%
  • IDXV30 134   -2,11   -1,54%
  • IDXQ30 128   -2,18   -1,68%

November, Tim Negosiasi Inalum mulai gelar pertemuan


Jumat, 29 Oktober 2010 / 07:50 WIB
November, Tim Negosiasi Inalum mulai gelar pertemuan
ILUSTRASI. Mendag Enggartiasto Lukita saat Munas X GAPKI


Reporter: Herlina KD |

CILEGON. Nasib kelanjutan kerjasama antara pemerintah Indonesia dan Jepang dalam proyek Indonesia Asahan Alumunium (Inalum) menemui babak baru. Awal November ini, tim perundingan dari pihak Jepang dan Indonesia akan bertemu untuk melakukan pertemuan untuk membahas persiapan negosiasi.

Ketua Tim Teknis Inalum Ansari Bukhari menjelaskan, saat ini tim auditor independen yang ditunjuk untuk melakukan audit independen proyek Inalum yaitu Ernest & Young tengah melakukan proses audit. Proses audit ini memakan waktu sekitar 2 bulan. "Saat ini sudah berlangsung sekitar dua minggu, jadi masih ada 1,5 bulan lagi untuk mendapatkan laporan final," ujar Ansari, saat peletakan batu pertama pabrik baja KS Posco di Cilegon Kamis (28/10).

Laporan awal audit ini akan selesai pada akhir bulan ini. Dus, pada awal bulan depan tim perundingan proyek Inalum dari pihak Jepang dan Indonesia akan mulai melakukan pertemuan awal. "Dalam perundingan awal ini kedua belah pihak belum akan melakukan perundingan, tapi lebih membahas mengenai persiapan perundingan (pre-elementary meeting) untuk persiapan negosiasi," kata Ansari.

Perundingan akan dilakukan setelah hasil audit final dari E&Y keluar sebagai second opinion. Dalam pertemuan awal yang akan dilaksanakan di Jakarta ini, pihak Indonesia akan diwakili oleh ketua tim negosiasi Inalum yaitu Menteri Perindustrian MS Hidayat. Sementara dari Jepang akan diwakili oleh wakil Menteri Ekonomi, Perdagangan dan Industri (Ministry of Economy Trade and Industry/METI) Jepang.

Catatan saja, proyek Inalum adalah proyek kerjasama antara pemerintah Indonesia dan investor asal Jepang yang tergabung dalam Nippon Asahan Alumunium Co.Ltd (NAA). Kerjasama ini dimulai sejak tahun 1975 dan akan berakhir pada 2013 nanti. Saat ini, Pemerintah Indonesia menguasai saham Inalum sebesar 41,12%, sedangkan sisanya sebesar 58,88% dikuasai oleh NAA.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×