kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.630.000   -15.000   -0,57%
  • USD/IDR 17.915   45,00   0,25%
  • IDX 5.662   -158,81   -2,73%
  • KOMPAS100 729   -22,79   -3,03%
  • LQ45 556   -16,70   -2,91%
  • ISSI 197   -4,68   -2,32%
  • IDX30 316   -8,75   -2,69%
  • IDXHIDIV20 390   -11,13   -2,78%
  • IDX80 83   -2,56   -2,99%
  • IDXV30 106   -2,28   -2,10%
  • IDXQ30 102   -2,82   -2,69%

Menteri BUMN tak izinkan Jepang perpanjang Inalum


Senin, 11 Oktober 2010 / 18:38 WIB
ILUSTRASI. Pasar modal


Reporter: Abdul Wahid Fauzie | Editor: Djumyati P.

JAKARTA. Rencana Jepang untuk memperpanjang kontrak di PT Indonesia Asahan Aluminum (Inalum) sepertinya bakal bertepuk sebelah tangan. Pasalnya, Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) tidak akan mengizinkan rencana ini.

"Kami ingin master agreement diakhiri dulu. Setelah diakhiri, berarti 100% kembali ke pangkuan Indonesia," kata Mustafa Abubakar, Menteri BUMN. Menurut Mustafa, setelah dimiliki pemerintah, ia baru akan memikirkan strategi selanjutnya untuk pengembangan Inalum.

Walau tidak bakal mendapatkan izin, Mustafa masih membuka peluang kepada pihak Jepang. Sayangnya, Jepang tidak akan diizinkan bekerja sama dalam bentuk penempatan saham pada perusahaan aluminum tersebut.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×