kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.574.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.913   -79,00   -0,44%
  • IDX 6.037   27,39   0,46%
  • KOMPAS100 777   3,53   0,46%
  • LQ45 595   3,08   0,52%
  • ISSI 210   1,46   0,70%
  • IDX30 331   2,54   0,77%
  • IDXHIDIV20 423   3,72   0,89%
  • IDX80 89   0,46   0,52%
  • IDXV30 115   0,93   0,82%
  • IDXQ30 108   0,61   0,57%

Menteri BUMN tak izinkan Jepang perpanjang Inalum


Senin, 11 Oktober 2010 / 18:38 WIB
ILUSTRASI. Pasar modal


Reporter: Abdul Wahid Fauzie | Editor: Djumyati P.

JAKARTA. Rencana Jepang untuk memperpanjang kontrak di PT Indonesia Asahan Aluminum (Inalum) sepertinya bakal bertepuk sebelah tangan. Pasalnya, Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) tidak akan mengizinkan rencana ini.

"Kami ingin master agreement diakhiri dulu. Setelah diakhiri, berarti 100% kembali ke pangkuan Indonesia," kata Mustafa Abubakar, Menteri BUMN. Menurut Mustafa, setelah dimiliki pemerintah, ia baru akan memikirkan strategi selanjutnya untuk pengembangan Inalum.

Walau tidak bakal mendapatkan izin, Mustafa masih membuka peluang kepada pihak Jepang. Sayangnya, Jepang tidak akan diizinkan bekerja sama dalam bentuk penempatan saham pada perusahaan aluminum tersebut.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×