kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.651.000   11.000   0,42%
  • USD/IDR 17.975   -38,00   -0,21%
  • IDX 5.861   116,52   2,03%
  • KOMPAS100 762   18,32   2,46%
  • LQ45 578   12,92   2,28%
  • ISSI 203   3,94   1,98%
  • IDX30 327   6,97   2,18%
  • IDXHIDIV20 403   8,48   2,15%
  • IDX80 87   2,00   2,37%
  • IDXV30 109   2,05   1,91%
  • IDXQ30 105   2,25   2,18%

Nuklir masih jadi opsi terakhir pemenuhan listrik


Rabu, 01 Juli 2015 / 11:26 WIB


Reporter: Pratama Guitarra | Editor: Hendra Gunawan

JAKARTA. Rencana Badan Tenaga Nuklir (BATAN) untuk mengembangkan energi nuklir tampaknya harus melalui jalan yang panjang. Sebab, pilihan pemerintah akan mengoptimalkan energi baru dan terbarukan (EBT) lebih dulu, dan nuklir menjadi pilihan terakhir.

Kesimpulan ini menjadi keputusan Dewan Energi Nasional (DEN) yang akan dimasukkan dalam Rancangan Umum Energi Nasional (RUEN). Anggota DEN Sonny Keraf menyampaikan, "RUEN saat ini lebih mengutamakan bauran energi yang berasal dari EBT," jelasnya di Kementerian ESDM, Senin (29/6).

Dia menambahkan, RUEN yang sedang disusun Pemerintah saat ini berisi perincian langkah-langkah bauran energi hingga tahun 2025 mendatang. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menjadi instansi leading sector penyusunan RUEN tersebut. "Ditargetkan RUEN ini selesai Juli 2015, kami terus mengawalnya. Sampai sekarang sudah selesai sekitar 50%," ujarnya.

Anggota DEN Achdiat Atmawinata menambahkan, mengenai pengembangan PLTN disepakati untuk dielaborasi dalam RUEN sesuai arahan PP Nomor 79 tahun 2014 tentang Kebijakan Energi Nasional (KEN) supaya tidak ada perbedaan pendapat. Seperti kita tahu Batan berharap pemerintah segera memberikan lampu hijau untuk pembangunan pembangkit listrik tenaga nuklir di Indonesia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×