Reporter: RR Putri Werdiningsih | Editor: Avanty Nurdiana
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Nusa Palapa Gemilang Tbk (NPGF) membidik pertumbuhan pendapatan 20% di tahun 2026. Perusahaan pupuk ini semakin optimis usai mengantongi kontrak senilai Rp 217 triliun. Ia optimis target pertumbuhan tersebut dapat tercapai dengan kualitas pendapat yang lebih solid.
“Ini didukung oleh capaian kontrak baru di awal tahun, termasuk dari sektor perkebunan kelapa sawit,” ujar Ujang Suparman, Direktur Utama PT Nusa Palapa Gemilang Tbk kepada Kontan, belum lama ini.
Menurutnya kontrak yang telah diamankan hingga kuartal I memberikan visibilitas pendapatan yang cukup kuat untuk menopang kinerja sepanjang tahun.
Baca Juga: FKS Group Garap Wisata Tematik, Taro Waterpark Bidik Keluarga di Makassar
Adapun kontrak yang dimaksud adalah kontrak senilai Rp 217 miliar dari segmen perkebunan kelapa sawit. Produk yang tercakup dalam kontrak ini meliputi pupuk NPK serta formulasi nutrisi tanaman yang dirancang sesuai karakteristik lahan dan fase pertumbuhan kelapa sawit.
Ujang menyebut kontrak ini memberikan visibilitas pendapatan yang signifikan sejak awal tahun. Apabila mengacu dari nilainya, kontrak yang diperoleh tersebut setara dengan 97% dari pendapatan perusahaan pada tahun sebelumnya.
Tahun ini, perusahaan ini fokus pada penguatan portofolio produk dan perluasan pasar sebagai bagian dari strategi pertumbuhan berkelanjutan.Salah satunya dengan meluncurkan produk baru Mono Potassium Phosphate (MKP) dan Potassium Nitrate (KNO).
Peluncuran ini merupakan langkah strategis untuk memperluas lini produk bernilai tambah serta menjawab kebutuhan pasar yang semakin beragam, khususnya di segmen hortikultura dan tanaman bernilai tinggi. Sekarang dua produk anyar tersebut telah tersedia di jaringan distribusi wilayah Jawa.
Tak hanya itu, Nusa Palapa Gemilang juga menargetkan perluasan distribusi produk tersebut ke wilayah lain di luar Jawa sebagai upaya penguatan jaringan pemasaran. Kemudian untuk diversifikasi pasar juga dilakukan penetrasi ke segmen perkebunan di luar kelapa sawit.
“Perusahaan optimistis dapat menciptakan sumber pertumbuhan baru yang lebih berkelanjutan serta memperkuat posisi di industri pupuk nasional,” tandas Ujang.
Incar pasar korporat
Terkait segmen pasarnya sendiri, sejauh ini Nusa Palapa Gemilang didominasi segmen korporasi. Korporat menjadi tulang punggung pertumbuhan kinerja perusahaan. Lebih dari 90% pendapatan berasal dari skema business-to-business (B2B).
Baca Juga: Waskita Karya Raih Proyek Pembangunan Jembatan Pulau Laut di Kalsel Senilai Rp1,02 T
“Fokus ini kami pilih karena memberikan stabilitas permintaan, volume penjualan yang lebih besar, serta visibilitas kontrak yang lebih terukur, terutama dari sektor perkebunan dan agribisnis skala besar,” terangnya.
Di sisi lain, perusahaan ini juga mulai mengembangkan kanal business-to-consumer (B2C) secara bertahap sebagai bagian dari strategi jangka panjang untuk memperluas pasar dan memperkuat brand di tingkat end-user. Namun, pengembangannya dilakukan secara selektif agar tidak mengganggu fokus utama pada segmen B2B.
Sepanjang 2025 lalu, perusahaan ini berhasil mencatatkan pertumbuhan penjualan sebesar 33,4% dibandingkan tahun sebelumnya. Hal ini juga diikuti oleh kenaikan kinerja produksi yang mencapai 69% secara tahunan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













