kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.500   -30,00   -0,17%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Outsourcing dihapus, pengusaha akan pilih mesin


Jumat, 11 Oktober 2013 / 12:50 WIB
ILUSTRASI. Aktivitas ekspor baja produksi PT Krakatau Steel Tbk (KRAS).


Reporter: Emma Ratna Fury | Editor: Hendra Gunawan

JAKARTA. Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) mengkhawatirkan tuntutan buruh mengenai kenaikan upah dan penghapusan sistem outsourcing akan berdampak tidak baik bagi buruh. Pasalnya para pengusaha bisa saja mengganti tenaga kerja yang mereka miliki di pabrik dengan mesin.

Ketua Apindo, Sofjan Wanandi mengungkapkan, jika itu yang terjadi maka akan berdampak pada pemutusan hubungan kerja (PHK) massal. Kalau sudah begitu, akan menambah panjang jumlah pengangguran yang ada di Indonesia.

“Kalau nanti perusahaan asing yang ada di Indonesia menggantikan pekerjanya dengan mesin, maka para pekerja outsourcing ini nantinya akan dikeluarkan. Itu yang saya khawatirkan," katanya.

Apindo mencatat, jumlah tenaga kerja outsourcing di Indonesia yang bekerja pada perusahaan saat ini sebanyak 12 juta orang. Seperti diketahui bahwa pemerintah memperbolehkan sistem outsourcing pada lima sektor industri padat karya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×