kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.399.000   13.000   0,94%
  • USD/IDR 16.140
  • IDX 7.328   27,17   0,37%
  • KOMPAS100 1.142   4,95   0,44%
  • LQ45 920   5,02   0,55%
  • ISSI 219   0,28   0,13%
  • IDX30 458   2,53   0,56%
  • IDXHIDIV20 549   3,16   0,58%
  • IDX80 129   0,76   0,60%
  • IDXV30 127   0,36   0,29%
  • IDXQ30 155   0,64   0,42%

Pabrik Bio CNG Komersial Pertama di Indonesia Diresmikan


Rabu, 24 Januari 2024 / 21:20 WIB
Pabrik Bio CNG Komersial Pertama di Indonesia Diresmikan
ILUSTRASI. Pabrik BioCNG/Biomethane komersial pertama di Indonesia yang berlokasi di Langkat, Sumatra Utara, diresmikan pada Senin (22/1).


Reporter: Muhammad Julian | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pabrik BioCNG/Biomethane komersial pertama di Indonesia yang berlokasi di Blankahan POM, Desa Blankahan, Kecamatan Kuala, Kabupaten Langkat, Provinsi Sumatra Utara, diresmikan pada Senin (22/1). Pabrik yang dibangun oleh PT KIS Biofuel Indonesia tersebut sebelumnya telah melewati proses pembangunan selama kurang lebih setahun tiga bulan.

Direktur Bioenergi, Direktorat Jenderal Energi Baru, Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE), Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Edi Wibowo mengatakan, dirinya berharap pabrik BioCNG KIS Biofuel dapat berjalan dengan baik dan memberikan kontribusi signifikan dalam mendukung transisi energi di Indonesia, khususnya dalam rangka pemanfaatan biogas menjadi energi.

“Kami sangat mengapresiasi atas keberhasilan proyek pembangunan BioCNG Plant pertama yang telah dilaksanakan oleh KIS Group di Langkat ini,” ungkap Edi dalam siaran pers, Selasa (23/1).

Pabrik Bio CNG KIS Biofuel Indonesia merupakan bagian dari rencana pembangunan 25 pabrik Bio-CNG dengan kapasitas masing-masing 15.500 M3 BioCNG per hari. dengan total volume 387.500 M3 Bio-CNG per hari, produksi BIO-CNG diperkirakan mampu menghasilkan pengurangan 3,7 Juta ton Co2 per tahun dan menghasilkan 3,7 juta kredit karbon per tahun.

Baca Juga: Kementerian ESDM Catat Implementasi Biogas Capai 47,72 Juta Meter Kubik pada 2022

Edi bilang, Pemerintah Indonesia melalui berbagai dokumen dan kebijakan telah menyusun target, strategi dan program pemanfaatan energi baru terbarukan secara bertahap, terukur, dan cepat dalam mendukung program transisi energi. 

Salah satu di antaranya adalah dengan menetapkan target pemanfaatan EBT sebesar 23% pada tahun 2025 sebagaimana tertuang dalam Kebijakan Energi Nasional. Pemerintah Indonesia melalui Kementerian ESDM, lanjut Edi, juga telah menyusun Grand Strategi Energi Nasional (GSEN) untuk mengurangi ketergantungan terhadap konsumsi energi fosil.

Salah satu terobosan yang sedang dalam tahap kajian di antaranya pemanfaatan biogas skala besar atau industri sebagai pengganti LPG yakni Bio-CNG atau CBG (Compressed Biomethane Gas).

Menurut Edi, Kementerian ESDM melakukan berbagai upaya untuk mengembangkan BioCNG. Beberapa di antaranya seperti menerbitkan SNI 9164 Biometana untuk Bahan Bakar di tahun 2023 lalu bersama BSN, serta melakukan go live dan launching Perizinan Berusaha KBLI 35203 pengadaan gas bio yang mengampu perizinan bahan bakar biogas sebagai bahan bakar bersama Kementerian BKPM. 

Baca Juga: Begini Realisasi Penyaluran BBM dan LPG Subsidi hingga Bulan Lalu

“Selain itu, Kementerian ESDM melakukan kerja sama dengan beberapa mitra dalam rangka mengembangkan Proyek BioCNG melalui proyek pembangunan plant, pengerjaan pre-feasibility study, kajian keekonomian, kajian kebijakan tata niaga dan kajian industri serta bahan baku BioCNG,” tandasnya.

Edi berharap, BioCNG dapat dimanfaatkan untuk menggantikan LPG non-subsidi untuk sektor industri dan komersial (12 dan 50 kg) dalam jangka waktu yang tidak terlalu lama. Dengan begitu, Bio-CNG  dapat menjadi salah satu opsi solusi dalam usaha Pemerintah menurunkan impor LPG.

Plt Bupati Langkat, Syah Afandin, berharap agar pengoperasian pabrik BioCNG yang berlokasi di PT United Kingdom Indonesia Plantation, Langkat, ini dapat menjadi role model bagi perusahaan lainnya di Indonesia untuk melakukan inovasi-inovasi serupa.

"Saya berharap yang lain juga bisa mencontoh dari pabrik ini. Saya mengucapkan terima kasih karena begitu banyak penyerapan tenaga kerja yang sangat membantu perekonomian bagi masyarakat Kabupaten Langkat,” ujar Afandin.

CEO PT KIS Biofuel Indonesia, Ragunath, menyampaikan harapan Indonesia akan menjadi penghasil BioCNG terbesar di Asia. “Saya ingin mengucapkan terima kasih terhadap Unilever, AEP dan KIS Group untuk dukungan yang luar biasa,” kata Ragunath.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×