kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.500   -30,00   -0,17%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Pabrikan Otomotif Tak Revisi Target


Rabu, 26 Juni 2013 / 07:10 WIB
ILUSTRASI. Tak hanya ampuh mencampur bahan kue dan roti secara merata, mixer juga bisa dimanfaatkan untuk membuat whipped cream dan meringue.


Reporter: Aceng Nursalim | Editor: Herlina Kartika Dewi

JAKARTA.Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM)  bersubsidi bakal mendongkrak inflasi dan tingkat suku bunga kredit. Namun, para pelaku bisnis otomotif masih optimis kondisi ini tak banyak berdampak pada target penjualan mobil tahun ini.

Jongkie D. Sugiarto, Ketua I Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) bilang, Gaikindo belum merevisi target penjualan mobil yang dipatok 1,1 juta unit pada 2013.

Widyawati Soedigdo, General Manager Corporate Planning & Public Relation  PT Toyota Astra Motor (TAM) yakin, seperti pengalaman sebelumnya, kenaikan harga BBM kali ini juga tak bakal berpengaruh besar bagi penjualan mobil.

Terlebih lagi, kondisi makro ekonomi Indonesia kini tengah bagus. "Kalaupun terjadi kenaikan suku bunga kredit, itu hanya jangka pendek," ujar Widyawati kepada KONTAN, Senin (24/6).

Makanya, kata Widyawati, Toyota belum berniat merevisi target penjualan mobilnya. Bahkan, TAM optimis mampu meraup lebih dari 36% dari total pangsa pasar mobil nasional di tahun ini.

Paulina Sari, Public Relations Proton Edar Indoensia (PEI) juga bilang PEI tetap  mematok penjualan 2.880 unit hingga akhir tahun ini. "Target itu sudah memperhitungkan kondisi market pada tahun ini, termasuk kenaikan harga BBM," tuturnya.

Davy J Tuilan, Direktur Penjualan PT Suzuki Indomobil Sales bilang, jika suku bunga tak melambung, penjualan mobil tak terpengaruh. "Selama suku bunga dan inflasi di bawah 7%, permintaan mobil tidak turun," katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×