kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45920,31   -15,20   -1.62%
  • EMAS1.347.000 0,00%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Pasokan Chip Terhambat Akibat Gempa Taiwan, Begini Respons Perusahaan Elektronik


Rabu, 03 April 2024 / 20:08 WIB
Pasokan Chip Terhambat Akibat Gempa Taiwan, Begini Respons Perusahaan Elektronik
ILUSTRASI. Gempa Taiwan dikhawatirkan akan mengganggu pasokan chip elektronik ke depan. ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya/foc.


Reporter: Vina Elvira | Editor: Handoyo .

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Gempa Taiwan dikhawatirkan akan mengganggu pasokan chip elektronik ke depan. Sebab, Taiwan sendiri saat ini masih menjadi pemasok besar chip elektronik global. 

Perkumpulan Perusahaan Pendingin Refrigerasi Indonesia (Perprindo) menanggapi kabar tersebut. Sekretaris Jenderal Perprindo Andy Arif Widjaja mengatakan, pada produk pendingin refrigasi hanya menggunakan chip untuk produk tertentu saja, seperti inventer. 

Selain itu, tidak semua anggota Perprindo juga memasok chop Dari Taiwan. “Oleh kerena itu untuk saat ini anggota Perprindo belum terhambat atas pasokan chip ke depan,” ungkap Andy, kepada Kontan.co.id, Rabu (3/4). 

Baca Juga: Gempa Taiwan Hentikan Aktivitas Produksi Chip, Ini Tanggapan Pelaku Bisnis Otomotif

Adapun, Perprindo berharap agar situasi di Taiwan dapat pulih secepatnya agar pasokan chip untuk perusahaan elektronik lainnya tidak terhambat.

Perusahaan produk elektronik asal Jepang Sharp juga memasok panel LED dan chip dari Taiwan. Chip tersebut digunakan untuk beberapa produk elektronik seperti,  Big inch TV smart , AC inverter with IOT, Air purifier dengan IOT, Smartphone. 

Dihubungi secara terpisah, National Sales Senior General Manager Sharp Electronics Indonesia Andry Adi Utomo menyebutkan, saat ini pasokan chip belum mengalami kendala lantaran masih ada stok untuk dua bulan ke depan. 

Baca Juga: Taiwan Diguncang Gempa Terkuat dalam 25 Tahun

Namun, tak menutup kemungkinan apabila proses recovery memakan waktu lama, maka akan terjadi kelangkaan pasokan ke depannya. 

“Jika mereka belum bisa recovery maka akan terjadi kelangkaan supply ke depannya. Penanggungannya kita akan terus komunikasi dengan mereka dan pararel kita akan cari suplier baru dari negara lain,” sebut Andry. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×